Menanti RUU Kefarmasian


RUU Kefarmasian adalah Rancangan Undang-Undang yang ditujukan untuk mengatur segala regulasi yang berhubungan dengan Farmasi. Pada tahun 2015, Mahkamah Konstitusi mengeluarkan keputusan No.82/PUU-XII/2015 mengenai kesepakatan untuk segera mempersiapkan RUU Kefarmasian yang selambat-lambatnya pada trisemester pertama tahun 2017. Namun hingga saat ini, RUU Kefarmasian masih berada dalam tahap penyusunan dan masih menjadi  prioritas ke 31 tentang pengawasan obat dan makanan serta pemanfaat obat asli indonesia yang awalnya berada pada urutan ke 121.

Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa RUU Kefarmasian belum menjadi kegelisahan “kita” bersama. Jika kita mengikut pada urutan prioritas, kita harus menunggu berapa lama lagi dan presiden keberapa agar RUU Kefarmasian ini dapat ditetapkan?

Selain itu, salah satu kendala terbesarnya adalah draft RUU Kefarmasian itu sendiri yang kurang bahkan tidak dietahui oleh farmasis di Indonesia. Lalu apakah kita hanya diam saja? Bagaimana langkah pihak terkait tentang masalah ini? Dimana peran IAI saat ini? Dimana peran organ isasi kefarmasian saat ini? Dimana peran kita seorang Farmasis saat ini? Apakah hanya duduk berpangku tangan di zona nyaman kita saat ini akan mebawa perubahan? 

Mari jadikan masalah ini sebagai kegelisahan kita bersama. Jika tidak, mau dibawa kemana masa depan Farmasi Indonesia dan masa depan Apoteker Indonesia?