Header Ads

Seberapa Penting Merk Obat?

Masyarakat Indonesia, bahkan keluarga kita sendiri, seringkali "terjebak" pada merk obat tertentu. Keluar - masuk apotek untuk membeli obat merk A, yang mungkin jarang dijual di apotek. Jika ditawarkan obat merk B, tidak mau membeli, dengan alasan dokter meresepkan atau tetangga menganjurkan merk A. Atau karena pengaruh iklan di TV. Padahal obat merk B juga memiliki kandungan obat yang sama dengan A.
Obat bermerk, yang sebenarnya adalah obat generik bermerk, dapat dijual dalam berbagai nama sesuai keinginan pabrik yang memproduksinya. Jika obat tidak diberi merk tertentu, tetapi diberi nama sesuai dengan zat aktif (kandungan obat), obat ini dikenal sebagai obat generik (saja). Masyarakat bahkan juga sebagian besar tenaga kesehatan, seringkali menyebut obat (generik) bermerk dengan sebutan obat paten.
Padahal obat paten atau disebut originator adalah obat yang hanya memiliki satu merk yang diberikan oleh pabrik yang pertama kali memproduksinya dan masih memiliki hak paten. Hanya ada < 10 % obat paten di Indonesia, dan umumnya dijual dengan harga sangat tinggi karena tidak ada kompetitor produk lain.
Jadi sudah seharusnya pasien/masyarakat memahami, bahwa komponen yang berkhasiat dalam suatu obat adalah zat aktif atau zat berkhasiat (kandungan/komposisi), bukan merknya. Jika suatu obat merk A memiliki zat aktif yang sama dengan merk B, bisa saja digantikan, apalagi jika harganya berbeda. Lihat atau tanya komposisinya pada apoteker atau asisten apoteker di apotek. Cerdaslah dalam memilih obat. Tidak terjebak oleh merk. (EgN)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.