Masyarakat Gemar Simpan Obat, Kemenkes Sosialisasikan GeMa CerMat


SKemenkes, Jakarta, 28 November 2015

etelah mencanangkan secara resmi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) pada tanggal 13 November 2015 yang lalu, kemarin Menteri Kesehatan RI meresmikan dimulainya Sosialisasi GeMa CerMat di seluruh Indonesia.

Peresmian ditandai dengan pemukulan gong, dilanjutkan pemasangan rompi secara simbolis pada perwakilan masyarakat sebagai Kader GeMa CerMat. Dengan demikian, diharapkan gerakan ini mulai digaungkan di seluruh Indonesia secara berkesinambungan oleh berbagai stake holder dalam rangka meningkatkan penggunaan obat rasional pada masyarakat. ---

Masalah penggunaan obat pada masyarakat di antaranya adalah akibat kurangnya informasi yang memadai tentang obat. Ketidakseimbangan informasi antara tenaga kesehatan dan pasien cenderung menyebabkan pasien pasrah dan tidak tahu tentang obat yang diresepkan oleh dokter. Hal ini dapat memicu ketidakpatuhan terhadap aturan pakai obat sehingga tujuan pengobatan tidak tercapai.

Di lain pihak, lebih dari 60 % masyarakat melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi (SUSENAS). Sedangkan menurut Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 menemukan bahwa 35,2 % rumah tangga menyimpan obat. 82 % obat tersebut termasuk kategori obat bebas, dan 27,8 % menyimpan antibiotik. Namun swamedikasi ini sering kali tidak disertai informasi yang memadai dan kurangnya supervisi dari tenaga kesehatan. Hal inilah yang melatar belakangi digagasnya Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat atau disingkat GeMa CerMat.

Dra. Maura Linda Sitanggang, PhD selaku Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan melaporkan, GeMa CerMat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan obat secara tepat dan benar. Diharapkan setelah itu dapat mengubah sikap dan perilaku masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat secara benar. Hingga pada akhirnya akan meningkatkan penggunaan obat secara rasional dalam pelayanan kesehatan.

Untuk itu dibutuhkan kerja sama dengan berbagai stake holder. Bukan hanya institusi dan lembaga pemerintah terkait dengan pemberdayaan masyarakat, pendidikan maupun komunikasi dan informasi. Tetapi juga organisasi profesi kesehatan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan serta berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha (swasta).

Dalam kesempatan yang sama pada Sosialisasi Pencanangan GeMa CerMat pada Stake Holder di Kementerian Kesehatan, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Nila F. Moeloek menyampaikan pentingnya dilaksanakan GeMa CerMat. Menurutnya masyarakat Indonesia bukan hanya tidak mengerti tentang obat tetapi juga bagaimana cara hidup sehat. Untuk itu Kementerian Kesehatan mengupayakan kesehatan promotif dan preventif dalam rangka mengembalikan masyarakat Indonesia untuk senantiasa sehat, tidak dibebani berbagai penyakit. Salah satu prioritas dalam gerakan ini hendaknya masyarakat menyadari akibat penggunaan antibiotik secara bebas tanpa resep dokter merupakan salah satu pemicu resistensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotik. "Gunakan antibiotik hanya dengan resep dokter, sesuai kebutuhan medis dan sesuai petunjuk tenaga kesehatan," tandasnya.

Masyarakat diharapkan dapat lebih kritis dan aktif mencari informasi tentang obat. Setidaknya masyarakat harus tahu obat apa yang diresepkan oleh dokter dan memahami cara penggunaan, penyimpanan dan pembuangan obat secara benar. "Masyarakat Indonesia, termasuk saya sendiri, seringkali menyimpan obat untuk stok, termasuk antibiotik. Kadangkala hingga kadaluarsa," lanjut Menkes. Obat rusak dan kadaluarsa yang dibuang secara sembarangan, bisa saja dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk dijual kembali. Atau dapat merusak lingkungan akibat zat kimia yang dikandung obat tersebut dibuang bersama limbah lainnya.

Untuk menandai dimulainya Sosialisasi GeMa CerMat di seluruh Indonesia, Menkes memasangkan rompi pada Kader GeMa CerMat yang diwakili oleh komunitas masyarakat yang diwakili oleh kelompok Kader Posyandu dari Puskesmas di wilayah Jakarta Selatan, komunitas blogger dan komunitas masyarakat Bekasi Trendi (Bendi). Kader GeMa CerMat diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dari Kementerian Kesehatan dalam melakukan sosialisasi gerakan ini dan ikut mendukung pelaksanaannya dalam berbagai aktifitas.


Selanjutnya Menkes menyaksikan Simulasi Edukasi Masyarakat dalam Penggunaan Obat dengan Metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif). Simulasi ditampilkan oleh 25 orang yang terbagi dalam tiga kelompok yaitu dari Kader Posyandu Jakarta Selatan, Komunitas Bekasi Trendi, dan Blogger.

Acara Sosialisasi Pencanangan GeMa CerMat ditutup dengan Talkshow tentang Peran Stake Holder dalam Penggunaan Antibiotik Bijak oleh dr. Hari Paraton, Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba Kemenkes RI.

Dihadiri oleh sekitar 250 orang undangan dari berbagai pemangku kepentingan terkait (stake holder) ini menuai sukses dan mendapatkan antusiasme dari peserta hingga akhir acara. (EgN)

Sumber: Cerdas gunakan Obat (fb)

Galeri - Delegasi Kemafar-UH di Porseni BG10 2015

www.bem-kemafarunhas.or.id - Delegasi Kemafar-UH di ajang Porseni BG10 Poltekkes Kemenkes Makassar yang berhasil meraih prestasi

Galeri - Silaturrahmi Ismafarsi Wilayah Indtim Menindak Lanjuti Hasil Rakorwil

www.bem-kemafarunhas.or.id - Silaturrahmi kawan-kawan ISMAFARSI Wilayah Indonesia Timur di Sekretariat KEMAFAR-UH membahas follow up hasil rakorwil, sabtu (28/11).

www.bem-kemafarunhas.or.id - Silaturrahmi ISMAFARSI Wilayah Indonesia Timur di Sekretariat KEMAFAR-UH yang dihadiri oleh perwakilan dari UNHAS, UINAM, UIT, UIM, PANCASAKTI, STIFA Kebangsaan Makassar.
 

Coming Soon RESEP 2015


Informasi Beasiswa Yayasan Karya Salemba


Persyaratan : 
  1. Surat permohonan beasiswa 
  2. Surat rekomendasi dari wakil dekan III fakultas 
  3. Curriculum vitae (CV) 
  4. Essay dengan tema: a. alasan memilih jurusan, b. alasan mengapa perlu menerima beasiswa, c. rencana jangka panjang setelah lulus kuliah 
  5. Pas foto berwarna terbaru uk. 4x6 menggunakan jaket almamater sebanyak 2 lembar 
  6. Foto kopi KTP dan kartu mahasiswa yang masih berlaku 
  7. Transkrip nilai yang dikelompokkan persemester. 
  8. Foto kopi kartu keluarga 
  9. Foto kopi bukti pembayaran rekening listrik, telepon dan air PDAM bila ada. 
  10. Foto kopi bank terakhir atas nama sendiri, jika tidak memiliki, dapat melampir surat keterangan dari orang tua yang menyatakan nominal uang saku yang diberikan setiap bulannya 
  11. Foto kopi slip gaji orang tua bagi PNS/PENSIUNAN/Karyawan swasta, atau surat keterangan dari lurah atau kepala desa bagi orang tuanya yang bukan karyawan 
  12. Surat keterangan belum menikah 
  13. Serta melakukan registrasi On Line pada website di www.beasiswa.or.id 
Batas waktu memasukkan berkas sampai dengan 04 desember 2015 di bagian kesejahteraan mahasiswa lantai dasar gedung perpustakaan Unhas jam 10 WITA, demikian terima kasih. 


Makassar, 24 november 2015 
Bagian Kesejahteraan mahasiswa Unhas

Galeri - Sosialisasi SEP IPSF

www.bem-kemafarunhas.or.id - Sosialisasi program kerja SEP IPSF oleh Staf Ahli Student Exchange ISMAFARSI, Qonita Qurnia Anjani di taman sekretariat BEM KEMAFAR-UH, selasa (24/11)  yang diikuti mahasiswa Farmasi Unhas
Foto: Muhammad Awaluddin
Editor: Aa

[Agenda] Malam Apresiasi Seni UKM PHARCO


Datang dan saksikan Malam apresiasi Seni Unit Kegiatan Mahasiswa Pharmacy Art Community (PHARCO) FFUH, mempersembahkan:
  • Tari,
  • Vocal group,
  • Akustik,
  • Solo,
  • Musikalisasi Puisi,
  • Dance,
  • Persembahan tiap angkatan,
  • dan masih banyak lagi...
pada;
Sabtu malan pukull 19:00 - selesai
28 November 2015
Pelataran Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin

Salam kreatifitas!
present by: UKM PHARCO FFUH

Delegasi KEMAFAR-UH Ukir Prestasi Olahraga dan Seni

Delegasi Farmasi Unhas raih prestasi di bidang olahraga dan seni pada BG10 Poltekkes Kemenkes Makassar

Makassar, bem-kemafarunhas.or.id - Di bidang olahraga dan seni, sepertinya Farmasi Unhas tidak bisa diremehkan. Pada ajang Porseni yang diadakan oleh Poltekkes Kemenkes Makassar "BG10", Farmasi Unhas berhasil meraih prestasi di berbagai cabang yang diikuti. 

BG10 ini sendiri merupakan ajang kompetisi olahraga dan seni diikuti oleh jurusan kesehatan pendidikan tinggi se-Kota Makassar. Ajang porseni BG10 ini dibuka resmi pada 13 november 2015 di Telkom Futsal Alauddin, Makassar.


Pada ajang ini, KEMAFAR-UH  mengikuti berbagai bidang kegiatan lomba yaitu futsal, nyanyi solo, akustik dan puisi.


Di bidang olahraga futsal, Mahasiswa Farmasi Unhas yang tergabung dalam Pharmacy Sports Club (PSC)yang sementara dalam proses pengaktifan kembali - mereka berhasil meraih juara kedua pada klasemen akhir, hanya kalah selisih gol dari farmasi B Poltekkes yang tampil sebagai juara. bermain seri 4:4 melawan Farmasi B Poltekkes, mengalahkan Fisioterapi dengan skor 3:2, melawan Keperawatan Gigi 3:0, melawan farmasi A Poltekkes 5:0, dan mengakhiri laga menghadapi Stikes Nani dengan skor akhir 3:1.



Tim futsal Farmasi Unhas di ajang Porseni BG10 Poltekkes Kemenkes Makassar yang berhasil meraih juara kedua
Tim dan Official futsal Farmasi Unhas pada porseni BG10

Tak kalah hebat dan membanggakan, ditorehkan oleh delegasi Farmasi Unhas pada ajang ini adalah raihan juara pada beberapa lomba kategori seni. Mahasiswa Farmasi Unhas yang tergabung dalam Pharmacy Art Community (PHARCO) ini berhasil unjuk kebolehan mereka dengan mengungguli peserta dari perguruan tinggi lain.
  • Lomba nyanyi solo berhasil menyabet juara pertama atas nama Darmayadi Danduru (2013)
  • Akusti meraih juara pertama, dengan anggota tim; Adnan, Ridwan, Abdillah, Syahrah dan Udin.
  • Puisi meraih juara kedua.
Delegasi Farmasi Unhas yang berhasil meraih prestasi di bidang seni pada ajang BG10 Poltekkes Kemenkes Makassar

Delegasi Farmasi Unhas yang tergabung dalam Pharmacy Art Community (PHARCO) berhasil meraih perstasi

Prestasi membanggakan yang berhasil di torehkan oleh Mahasiswa Farmasi Unhas ini berkat usaha, latihan dan kerja keras dari setiap delegasi lomba, arahan BEM KEMAFAR-UH, dukungan dan kontribusi dari UKM Pharmacy Art Community (PHARCO) yang bergerak di bidang seni dan PSC. raihan prestasi ini menegaskan bahwa kesibukan di kehidupan sebagai mahasiswa farmasi bukan alasan untuk berprestasi.

editor: Aa
Foto: koleksi galeri bem kemafar-uh

Segera, AKTIMASI '16

Persiapkan dirimu dan tim terbaikmu !!!
jadilah yang terbaik pada Ajang Kreativitas Mahasiswa Farmasi (AKTIMASI) 2016 


Coming soon AKTIMASI '16

3 Alasan Penting Mengapa Kita Tetap Menolak PTN-BH

Tolak PTNBH
Makassar, bem-kemafarunhas.or.id - Departemen PKGSF (Pusat Kajian Gerakan Sosial Farmasi) kabinet Progressive Revolusioner BEM KEMAFAR-UH melakukan salah-satu program kerja inovasinya yaitu NGOPI (Ngobrol sePutar Isu) di sekretariat BEM KEMAFAR-UH (31/10). 

Proker ini perdana dilakukan dan akan rutin dilaksanakan setiap 2 bulan sekali dengan mengangkat tema isu-isu yang sedang hangat. Ngopi edisi pertama mengangkat tema “Ada Apa dengan PTN-BH?”. Dihadiri 17 orang mahasiswa dengan rincian 2 orang dari FISIP Unhas sebagai tamu undangan dan 15 orang dari anggota Kemafar-UH. Diskusi berlangsung alot dari pukul 20.00 - 21.30, diskusi dilengkapi dengan pemutaran video liputan aksi aliansi tahun 2014 oleh Kosmik Unhas. 
Ngobrol seputar  isu di sekretariat bem kemafar-uh
Rial Ashari Bahtiar (FISIP UH) memberikan pengantar mengenai PTN-BH dengan menyebutkan bahwa :
PTN-BH sebenarnya merupakan maninfestasi dari kebijakan neoliberal, berorientasi pada pasar, dan munculnya konsep subsidi silang dimana pemerintah tidak usah memberikan subsidi dalam sektor pendidikan, orang kaya memberikan subsidi ke orang yang lebih miskin sehingga dikenal adanya sistem UKT. Yang menjadi masalah adalah tidak adanya transparansi dalam penentuan biaya UKT terkait dengan penentuan penggolongan UKT. 
Sementara itu, presiden BEM KEMAFA-UH, Budiman Yasir memaparkan bahwa:
PTN-BH akan menghilangkan ruh perguruan tinggi sebagai wadah untuk mencerdaskan bangsa, pengelolaan keuangan secara mandiri akan memaksa universitas untuk mencari pendanaan yang cukup untuk keberlangsungan dan pengembangan kampus, sehingga universitas lambat laun akan memiliki mentalitas menuju arah pendanaan. 
Universitas Hasanuddin sekarang telah berstatus PTN-BH, walaupun belum diberlakukan 100%, pemberlakuan PTN-BH akan dilakukan secara bertahap. Walaupun begitu, Aliansi Unhas Bersatu yang notabene merupakan suara bem-bem se-unhas, tetap menyatakan menolak PTN-BH. 

Arial (FISIP UH) menutup diskusi dengan pernyataan bahwa advokasi memang ujungnya menang atau kalah, namun proses dalam advokasilah yang harus kita hargai. Karena yang terpenting adalah bagaimana mengingatkan orang dan bagaimana kita mampu melihat dengan sisi yang beralawanan dari sebuah kebijakan sehingga timbullah kritikan yang membangun untuk kepentingan bersama. 


Sehingga pada akhirnya, dalam diskusi Ngopi #1 dapat disimpulkan bahwa 3 alasan kita tetap menolak PTN-BH adalah: 

  1. Belum adanya transparansi mengenai UKT mahasiswa, 
  2. PTN-BH secara berlahan akan menghilangkan ruh perguruan tinggi sebagai wadah pencerdasan bangsa dan
  3. Kapitalisme dalam PTN-BH menjadikan universitas tidak pro rakyat. 
(Mukarramah/Aa)

[Agenda] Diklat PRC


[Agenda] Ngopi #2

 

Apa kabar mahasiswa? Ngopi (Ngobrol seputar isu) kembali hadir dan mengajak kamu yang peduli dengan perubahan dan perbaikan. 

Kali ini ngopi hadir dengan tema "pengkaderan Vs pembodohan: refleksi gaya pengkaderan mahasiswa", tema ini berangkat dari fenomena pengkaderan mahasiswa yang tidak lagi menjadi hal yang menarik bagi birokrasi dan berbagai macam model kaderisasi. 

Bagaimana dengan kader yang tercipta? Sudah idealkah? Jangan lewatkan ngopi#2, karena akan ada video-video menarik dan kita akan berbagi ilmu dengan teman dari beberapa bem di Unhas. 

Tempat: Sekretariat BEM KEMAFAR-UH
Waktu: jumat, 20 november 2015 
Pukul: 19.30-selesai

KARENA DIAM BUKAN GAYA KITA!

Yuuk, Kenal Lebih Dekat dengan AOMKI

sumber gambar: https://pbs.twimg.com/profile_images/620458551069114368/W2zOvocg.jpg

Aliansi Organisasi Mahasiswa Kesehatan Indonesia (AOMKI) merupakan satu-satunya wadah yang menaungi sembilan organisasi mahasiswa (Ormawa) kesehatan Indonesia yang terdiri dari ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia), PSMKGI (Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia), ISMKMI (Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia), IKAMABI (Ikatan Mahasiswa Kebidanan Indonesia), ILMAGI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia), ILMIKI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia), ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia), CIMSA (Center for Indonesian Medical Students' Activities), dan AMSA (Asian Medical Students' Association-Indonesia). 

Aliansi organisasi mahasiswa kesehatan Indonesia memiliki sejarah yang panjang, yaitu berawal dari dicanangkannya program HPEQ Student yang diinisiasi oleh Kemenristek Dikti dan 9 organisasi mahasiswa pada tahun 2010 dan berakhir tahun 2014. 

Sejak awal digagas, proyek Health Professional Education Quality (HPEQ), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan RI telah melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam misinya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia. Penyelenggaraan Indonesian Health Professional Student Summit pada November 2010 yang menghasilkan sebuah deklarasi mahasiswa pendidikan tinggi kesehatan Indonesia semakin memantapkan partisipasi aktif mahasiswa dalam bidang pendidikan. 

HPEQ Student terus berusaha merealisasikan partisipasi mahasiswa dalam upaya peningkatan pendidikan ilmu kesehatan. Salah satu buah karya yang segera dilahirkan ketika itu ialah Berkala Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Indonesia (BIMKES). BIMKES merupakan jawaban akan rendahnya publikasi ilmiah di Indonesia hingga saat ini sekaligus menjadi wadah solusi wajib publikasi ilmiah bagimahasiswa S1/S2/S3 yang diberlakukan oleh Dikti berdasarkan Surat Dirjen Dikti No. 152/E/T/2012. BIMKES membuka peluang besar bagi mahasiswa kesehatan di Indonesia untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka. 

Berakhirnya HPEQ Student ini menjadi langkah awal terbentuknya AOMKI. AOMKI lahir dengan komitmen besar para pimpinan ormawa kesehatan Indonesia sehingga pada tanggal 4 Desember 2014 AOMKI resmi didirikan. 

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya medical error adalah dengan bekerja di dalam tim. Praktik kolaborasi yang berpusat pada pasien dan pendidikan interprofesi merupakan kunci untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang efektif dan meningkatkan outcome pelayanan pada pasien. Untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang mampu melakukan kolaborasi di tatanan pelayanan, maka konsep pendidikan interprofesi perlu ditanamkan sejak dini kepada mahasiswa dan profesional muda kesehatan dengan memberikan paparan yang nyata mengenai konsep praktek interprofesi sesuai dengan kompetensi pendidikan interprofesi. Maka dari itu AOMKI menjadikan pendidikan kolaborasi menjadi prinsip dasar dalam program kerja yang akan dilaksanakan. 

Tujuan utama aliansi organisasi mahasiswa kesehatan Indonesia ini adalah menjalin persatuan dan kesatuan antar Ikatan organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS) kesehatan sebagai insan yang menghayati dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam ilmu kesehatan serta menjadi wadah pergerakan mahasiswa kesehatan yang berpengaruh dalam proses usaha pencapaian Kesehatan Indonesia. 

Struktur kepengurusan AOMKI merupakan gabungan beberapa perwakilan dari setiap ormawa. Seluruh pimpinan ormawa menjadi pimpinan tertinggi dalam pengambilan keputusan strategis di dalam berjalannya aliansi ini. Namun dalam pelaksanaannya, kepengurusan AOMKI akan dipimpin langsung oleh Koordinator Aliansi. Koordinator Aliansi bukan merupakan orang perorangan melainkan organisasi mahasiswa kesehatan/ioms yang disepakati oleh seluruh ormawa pada saat summit, dalam operasionalnya ditunjuk satu orang yang berasal dari ormawa tersebut melalui mekanisme yang dipercayakan kepada ormawa yang bersangkutan. Koordinator bersama dengan wakil koordinator akan berkoordinasi langsung dengan pimpinan ormawa dan BoT (Board of Trusty) dalam pengambilan keputusan dan menjalankan program kerja. Koordinator aliansi dibantu oleh wakil koordinator, sekretaris eksekutif, bendahara dan dua koordinator bidang isu. AOMKI mewadahi aspirasi mahasiswa kesehatan Indonesia dalam menyelesaikan isu pendidikan kolaborasi tenaga kesehatan dan isu kesehatan nasional. Selain melakukan kajian dan advokasi, AOMKI juga akan melaksanakan program pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi yaitu KUIS (Kolaborasi Untuk Indonesia Sehat).

Dalam upaya pengembangan organisasi, AOMKI membangun kerjasama strategis dengan stakeholder dan organisasi lain. Mulai dari organisasi pemerintah seperti Kemenristek DIKTI dan organisasi non pemerintahan yaitu IYHPS (Indonesian Young Health Professionals Society). AOMKI merupakan rumah satu satunya bagi seluruh organisasi mahasiswa kesehatan Indonesia, maka dari itu mari berkolaborasi untuk Indonesia sehat sejahtera. 

Sumber : hpeqstudent.org


kontributor: 
Nuur Aanisa
Mahasiswa Fakultas Farmasi Unhas 2013
Staf Ahli Peningkatan dan Pengembangan Potensi Keprofesian BEM KEMAFAR-UH

KEMAFAR-UH Serahkan Bantuan Kepada Korban Bencana Kebakaran Mannuruki


Penyerahan bantuan oleh presiden BEM KEMAFAR-UH kepada korban bencana kebakaran yang diwakili oleh RW setempat 

Makassar, bem-kemafarunhas.or.id - BEM KEMAFAR-UH bersama UKM Pharmacy Rescue Committe (PRC) menyerahkan bantuan barupa pakaian, makanan dan sejumlah uang kepada korban bencana kebakaran di jalan Mannuruki Raya, Makassar (15/11). 

Staf ahli Pengawalan Isu kabinet Progresif Revolusioner BEM KEMAFAR-UH, Mukarramah mengatakan bahwa penggalangan bantuan itu berdasarkan observasi lokasi kebakaran dan data yang diterima bahwa ada 67 orang dari 18 kepala keluarga yang membutuhkan uluran tangan akibat bencana kebakaran. 

Bantuan sendiri bersumber dari donasi sukarela anggota KEMAFAR-UH dan berbagai pihak yang dikumpulkan lewat BEM KEMAFAR-UH dan PRC.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh presiden BEM KEMAFAR-UH, Budiman Yasir didampingi oleh salah satu perwakilan dari PRC, Kwan Christina Kwandou kepada RW dan korban kebakaran Mannuruki. 

Selanjutnya penyaluran bantuan akan dikelola oleh posko relawan yang dibentuk oleh warga setempat. 

editor: Aa

Lihat foto-foto penyerahan bantuan korban bencana kebakaran Mannuruki berikut:

...

Mahasiswa Farmasi Unhas Belajar Jurnalis di Tribun Timur

Makassar, bem-kemafarunhas.or.id - Minggu, 15 November 2015 tadi, puluhan mahasiswa dari Fakultas Farmasi Universtias Hasanuddin mengunjungi kantor redaksi utama Tribun Timur di Jln. Cendrawasih. Puluhan mahasiswa yang berasal dari perwakilan beberapa angkatan, pengurus BEM KEMAFAR-UH serta dosen pendamping pak Aminullah disambut dengan hangat oleh Pak Jumadi Mappanganro, selaku koordinator peliputan dari Tribun Timur di ruang rapat sore itu. 

Diskusi interaktif bersama Pak Jumadil Mappanganro

Dalam kunjungan kami ke Tribun Timur, Pak Jumadil menjelaskan terkait penggunaan rubrik "Citizen Report" sebagai media yang digunakan oleh masyarakat umum, khususnya mahasiswa untuk melaporkan kegiatan yang sedang maupun yg telah dilaksanakan.

"Kalau ada prestasi yang diraih oleh teman-teman dari Farmasi unhas, jangan disembunyikan, tapi publikasikanlah !"  ucap Jumadil menerangkan ke mahasiswa Setelah melakukan diskusi interaktif bersama Pak Jumadil, beliau mengarahkan kami ke ruang redaksi dan ruang pencetakan koran dan berkesempatan melihat secara langsung bagaimana proses pengumpulan berita dan pencetakan koran berlangsung. 
"Mahasiswa sering mengeluhkan mengapa ketika tawuran media langsung cepat turun tangan, sedangkan mengapa kalau ada prestasi, tidak ada media yang meliput ? Itu karena tidak ada penyampaian dari mereka (red : mahasiswa) kepada kami terkait adanya prestasi yang mereka raih" 
Lanjut beliau.
Saat ditanya oleh salah satu staf Tribun Timur, Pak Hasrul, terkait tujuan kami mengunjungi Tribun Timur, saya kemudian menjawab. "Karena pada dasarnya, salah satu kegemaran mahasiswa farmasi adalah menulis. Dan melalui kesempatan ini diharapkan semoga adik-adik dan teman-teman yang lain semakin termotivasi untuk bisa menulis, khususnya dalam bidang jurnalistik."
Mendengarkan pengarahan oleh salah satu staf Tribun Timur di ruang redaksi

Tampak serius ketika salah satu staf menjelaskan proses pencetakan koran
 
Demikian hasil review selama kunjungan kami ke Tribun Timur.
Demi Jaya Farmasi !

Laporan: Muhammad Aldila Satria
Editor: Aa

BEM KEMAFAR-UH Perkenalkan Jajaran Pengurus pada Mahasiswa Baru 2015



Unhas, bem-kemafarunhas.or.id - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Farmasi Universitas Hasanuddin melakukan perkenalan jajaran kabinet PROGRESIF REVOLUSIONER kepada mahasiswa baru Fakultas Farmasi 2015 di lantai dasar gedung perpustakaan pusat Unhas, sabtu (15/11).

Pada pengenalan lembaga ini disampaikan struktur kepengurusan BEM KEMAFAR-UH periode 2015-2016, tiap-tiap departemen dan staf ahli serta anggotanya dan juga dipaparkan mengenai tugas dan fungsinya masing-masing. kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pra-RESEP 2015.
"... apa yang kalian lakukan saat ini itu akan berdampak pada kebaikan di masa depan. organisasi membuka mindset kematangan berpikir sehingga di masa depan kelak kita akan merasakan dampaknya..."
presiden BEM KEMAFAR-UH pada awal pengenalan pengurusnya.

lihat foto-foto kegiatan pengenalan lembaga BEM KEMAFAR-UH di bawa ini:

...

Delegasi UNHAS Meraih Best Position Paper Award di Kompetisi Internasional


Delegasi UNHAS yang dikirim ke Universitas Gadja Mada, Jogjakarta dalam rangka kompetisi internasional "Jogja International Model United Nations" berhasil meraih meraih Best Position Paper Award yang diperoleh Raditio (Hubungan Internasional 2012) 

Setelah berpartisipasi mewakili Mexico dalam komite Hak Asasi Manusia PBB dalam kompetisi tersebut. Kompetisi ini berlangsung selama 4 hari sejak 11 - 14 November 2015 

Editor: Aa
Sumber : Line @Anak_Unhas

Menkes RI Ajak Masyarakat Cerdas Gunakan Obat



Jakarta - Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek berpesan agar masyarakat cerdas menggunakan obat-obatan. Itu fokus Kementerian Kesehatan sesuai Hari Kesehatan Nasional pada 12 November. 
"Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT) ini merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman, dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar. Kami ingin masyarakat menggunakan obat secara rasional. Minimal, dengan tidak menggunakan obat antibiotik tanpa resep dokter," tegas Menkes di Jakarta, Jumat (13/11/2015). 
Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 35,2 persen rumah tangga menyimpan obat swamedikasi. Dari sekitar 35,2 persen rumah tangga yang menyimpan obat, 35,7 persen, diantaranya menyimpan obat keras dan antibiotik. Sekitar 27, 8 persen di antaranya menyimpan antibiotik, dan 86,1 persen antibiotik tersebut diperoleh tanpa resep dokter. 

Kurangnya pemahaman masyarakat dan informasi dari tenaga kesehatan menyebabkan masyarakst menggunakan antibiotik tanpa supervisi tenaga kesehatan. Persepsi masyarakat salah dan banyaknya masyarakat yang membeli antibiotik secara bebas tanpa resep dokter dapat memicu terjadinya masalah resistensi antibiotik. 
"Kami takutkan sekarang yang salah satunya bisa kita lihat angka resistensi penggunaan antibiotik di Indonesia masih tinggi. Contohnya pasa kehidupan manusia sehari-hari, menggunakan antibiotik dari hewan. Salah satu penyebabkan lainnya juga, orang membeli obat tanpa resep dokter. Ini yang menyebabkan resistensi tinggi," ungkap Sekjen Kemenkes Untung Suseno Sutarjo menambahkan. [aji] - 

Sumber: inilah.com

Mahasiswa Farmasi Ikut Perkuat Tim Unhas di Brawijaya Futsal League 2015

Makassar, bem-kemafarunhas.or.id-, Mahasiswi Farmasi, Chanifah Puspitasari dan Ria Resiana Sibela akan memperkuat tim Unhas di turnamen nasional Brawijaya Futsal League 2015 yang akan berlangsung pada 09 - 14 November 2015 mendatang di Gor Ken Arok, Malang, Jawa Timur. 
Kami dari pihak tim futsal putri ukm sepakbola unhas memohon doa dan supportnya dari semua teman2 untuk kami.. 
tulis Chanifa di akun facebooknya. 

Selama ini ada anggapan bahwa mahasiswi dari Farmasi tidak bisa berprestasi di luar akademik terutama di bidang olahraga, tetapi keikutsertaan mereka di UKM Sepak Bola Unhas dan terpilih untuk dipanggil memperkuat tim Unhas pada turnamen nasional membuktikan bahwa anak farmasi yang kesehariannya berkutat dalam laboratorium ternyata juga bisa. 

Menanggapi keikut sertaan keduanya, Chanifa dan Ria memperkuat tim Futsal Putri Unhas di ajang tersebut, sangat diapresiasi oleh Kemafar UH. salah satu akun, Muhammad Awhal berkomentar; 
Ditunggu berkibarnya bendera unhas oleh kalian..
Chanifah puspitasari (Farmasi Unhas 2012) dan Ria Resiana Sibela (Farmasi Unhas 2011)
yang akan perkuat Unhas di Brawijaya Futsal League 2015

Siapkan Donasi Terbaikmu, Peduli Korban Kebakaran Mannuruki

Assalamu alaikum, Salam Kemanusiaan !

Siapkan Donasi Terbaikmu!

“Rapatkan Barisan, Bersatu, Bahu Membahu Menolong Sesama”

Hari Sabtu pukul 19.00 (31/10/2015) Kebakaran hebat terjadi di Jalan Manuruki Raya, tepatnya di pertigaan Jl AP Pettarani dan Jl Sultan Alauddin menyebabkan puluhan rumah hangus terbakar, dan memaksa 165 jiwa dari 45 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
Dalam rangka membantu saudara-saudara kita yang ditimpa musibah kebakaran, kami memfasilitasi penyaluran bantuan berupa uang tunai, pakaian, dan makanan. Donasi berupa uang dapat diberikan ke panitia, kotak donasi yang tersebar, atau transfer pada no.rekening yang tertera pada poster.

Donasi pakaian dan makanan dapat dikumpulkan di sekret BEM KEMAFAR UH. Donasi ditunggu sampai hari minggu tanggal 8 November 2015
Terima kasih

Facilitated by BEM KEMAFAR UH & UKM PRC FF-UH


Rapat Koordinasi BEM dan UKM di Kemafar UH


Unhas, bem-kemafarunhas.or.id,- BEM Kemafar UH melaksanakan rapat koordinasi dengan UKM yang ada di Farmasi Unhas. sekretariat Kemafar UH, rabu (04/11)

Dalam rapat ini dihadiri oleh semua pimpinan UKM; Pharmacy Rescue Commonity (PRC), Pharmacy Art Community (Pharco), Keilmiahan Critis, dan Pharmacy Sport Community (PSC). Rapat dipimpin langsung oleh presiden BEM Kemafar UH, Budiman Yasir.

Pemakaian sekret bersama dan koordinasi kegiatan antar UKM dan BEM menjadi pembahasan utama dalam acara tersebut. (Aa)


foto oleh: Aa

Rakorwil Ismafarsi Indonesia Timur Dihadiri 8 Komisariat


Makassar, bem-kemafarunhas.or.id-, Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) Ismafarsi wilayah Indtim yang diadakan pada pertengahan periode kepengurusan dengan agenda kegiatan pemaparan hasil kerja dan evaluasi kinerja pengurus ISMAFARSI WIlayah I di MAN 2 Model, Makassar (30 Oktober-01 November 2015).

RAKORWIL ke-III ini dihadiri oleh 8 komisariat Ismafarsi wilayah Indonesia Timur yaitu; UNHAS, UMI, STIFA Kebangsaan, UNTAD, UIM, UIT dan UIN Alauddin sendiri sebagai tuan rumah dengan tema “Revitalisasi Peran Kader Farmasi Sebagai Penyokong Jiwa Farmasis yang Berani, Kritis dan Intelektual“.


Suasana Rapat Koordinasi Wilayah Ismafarsi Indonesia Timur



Delegasi Unhas di Rakorwil Ismafarsi wilayah Indtim, MAN Model, 01 November 2015

Delegasi Kemafar UH di Rakorwil IsmafarsiI Wilayah Indtim 2015



Makassar, bem-kemafarunhas.or.id-, Delegasi KEMAFAR-UH di LK II dan Rakorwil Ismafarsi Wilayah Indtim 31 Oktober - 03 November 2015. 

dari kiri ke kanan; Muh. Carnegi (angk. 2014, peserta LK II), Aditya Sigit Permadi (angk. 2014, peserta LK II), Darmawan Said (Koordinator PPSDM BEM KEMAFAR-UH), Budiman Yasir (Presiden BEM KEMAFAR-UH), Eko Pratama Putra (Menteri Internal BEM KEMAFAR-UH), Rika Riyanti  (angk. 2013, peserta LK II), Anwar Sam (angk. 2014, peserta LK II)


Foto bersama peserta LK II ISMAFARSI Wilayah Indtim 2015 bersama Koordinator PPSDM BEM KEMAFAR-UH, Darmawan Said (tengah).

Dua Kader Kemafar Unhas Meraih Predikat Resume Terbaik di LK II Ismafarsi Indtim


Makassar, bem-kemafarunhas.or.id-, Kader Kemafar UH meraih predikat resume terbaik pada LK II Ismafarsi wilayah Indonesia Timur angkatan VI yang diselenggarakan oleh Ismafarsi Indtim dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Farmasi FKIK UIN Alauddin  sebagai tuan rumah. Makassar, 31 oktober-01 november 2015.

Pada kegiatan yang diikuti oleh 8 komisariat Ismafarsi wilayah Indonesia Timur ini, mereka berhasil mengungguli peserta lain di materi tertentu menurut penilaian SC. adalah Muh. Carnegi Matondang dan Anwar Sam menjadi yang terbaik dari masing-masing materi yang diberikan.


Anwar Sam menerima piagam penghargaan sebagai resume terbaik pada materi "Isu-isu Strategi Dunia Kefarmasian"



Piagam penghargaan diberikan kepada Muh. Carnegi Matondang sebagai resume terbaik pada materi "IPSF dan SEO"

Foto spesial dari: Eko Pratama Putra