Header Ads

3 Alasan Penting Mengapa Kita Tetap Menolak PTN-BH

Tolak PTNBH
Makassar, bem-kemafarunhas.or.id - Departemen PKGSF (Pusat Kajian Gerakan Sosial Farmasi) kabinet Progressive Revolusioner BEM KEMAFAR-UH melakukan salah-satu program kerja inovasinya yaitu NGOPI (Ngobrol sePutar Isu) di sekretariat BEM KEMAFAR-UH (31/10). 

Proker ini perdana dilakukan dan akan rutin dilaksanakan setiap 2 bulan sekali dengan mengangkat tema isu-isu yang sedang hangat. Ngopi edisi pertama mengangkat tema “Ada Apa dengan PTN-BH?”. Dihadiri 17 orang mahasiswa dengan rincian 2 orang dari FISIP Unhas sebagai tamu undangan dan 15 orang dari anggota Kemafar-UH. Diskusi berlangsung alot dari pukul 20.00 - 21.30, diskusi dilengkapi dengan pemutaran video liputan aksi aliansi tahun 2014 oleh Kosmik Unhas. 
Ngobrol seputar  isu di sekretariat bem kemafar-uh
Rial Ashari Bahtiar (FISIP UH) memberikan pengantar mengenai PTN-BH dengan menyebutkan bahwa :
PTN-BH sebenarnya merupakan maninfestasi dari kebijakan neoliberal, berorientasi pada pasar, dan munculnya konsep subsidi silang dimana pemerintah tidak usah memberikan subsidi dalam sektor pendidikan, orang kaya memberikan subsidi ke orang yang lebih miskin sehingga dikenal adanya sistem UKT. Yang menjadi masalah adalah tidak adanya transparansi dalam penentuan biaya UKT terkait dengan penentuan penggolongan UKT. 
Sementara itu, presiden BEM KEMAFA-UH, Budiman Yasir memaparkan bahwa:
PTN-BH akan menghilangkan ruh perguruan tinggi sebagai wadah untuk mencerdaskan bangsa, pengelolaan keuangan secara mandiri akan memaksa universitas untuk mencari pendanaan yang cukup untuk keberlangsungan dan pengembangan kampus, sehingga universitas lambat laun akan memiliki mentalitas menuju arah pendanaan. 
Universitas Hasanuddin sekarang telah berstatus PTN-BH, walaupun belum diberlakukan 100%, pemberlakuan PTN-BH akan dilakukan secara bertahap. Walaupun begitu, Aliansi Unhas Bersatu yang notabene merupakan suara bem-bem se-unhas, tetap menyatakan menolak PTN-BH. 

Arial (FISIP UH) menutup diskusi dengan pernyataan bahwa advokasi memang ujungnya menang atau kalah, namun proses dalam advokasilah yang harus kita hargai. Karena yang terpenting adalah bagaimana mengingatkan orang dan bagaimana kita mampu melihat dengan sisi yang beralawanan dari sebuah kebijakan sehingga timbullah kritikan yang membangun untuk kepentingan bersama. 


Sehingga pada akhirnya, dalam diskusi Ngopi #1 dapat disimpulkan bahwa 3 alasan kita tetap menolak PTN-BH adalah: 

  1. Belum adanya transparansi mengenai UKT mahasiswa, 
  2. PTN-BH secara berlahan akan menghilangkan ruh perguruan tinggi sebagai wadah pencerdasan bangsa dan
  3. Kapitalisme dalam PTN-BH menjadikan universitas tidak pro rakyat. 
(Mukarramah/Aa)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.