Header Ads

Hari AIDS Sedunia Atau Hari Kondom Nasional ?

Pembagian kondom kepada awak truk di Brebes, Jawa Tengah, Selasa (1/12/2015). (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)
Apa sih yang berada di pikiran kita tentang HIV/AIDS ? Yap, Teman-teman tentunya sudah pernah mendengar istilah HIV/AIDS ? terkhusus buat kalian yang berada di bidang kesehatan sudah tidak asing lagi dengan penyakit ini. Ya, AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan sindrom yang disebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) dalam tubuh manusia. 

Di dalam benak kebanyakan orang, penyakit ini tampaknya merupakan penyakit yang menakutkan dan tidak dapat disembuhkan, apalagi obat HIV/AIDS sampai detik ini (yang saya ketahui tentunya) belum ditemukan, dan jutaan manusia masih berharap agar obat HIV/AIDS ini segera ditemukan. 

Sekitar seminggu yang lalu, kita semua baru saja memperingati World AIDS Day yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2015 lalu. Tak lain dan tak bukan, kegiatan tahunan ini semata-mata merupakan bentuk simpati kita terhadap para penderita HIV/AIDS atau yang dikenal dengan sebutan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Berbagai kegiatan dilakukan oleh banyak pihak, mulai dari tingkat pemerintahan, universitas, lembaga kemahasiswaan, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM). terkait dalam hari tersebut, pembagian bunga, pita merah, seminar dan diskusi mengenai AIDS, bahkan sampai mendatangkan ODHA dalam diskusi mengenai AIDS dilakukan pada hari itu. 

Tetapi, yang membuat saya sedikit tergelitik bercampur penasaran, adalah adanya pembagian “kondom gratis”. Hal ini tentunya menjadi perhatian masyarakat. Sebenarnya, apa yang salah dengan kegiatan pembagian kondom gratis ini ? Terlebih lagi, kegiatan ini masih menjadi Pro dan Kontra di kalangan masyarakat. Mungkin kita masih ingat kejadian beberapa tahun lalu tentang pembagian kondom gratis kepada mahasiswa/I di kampus UGM (baca di hidayatullah.com dan ugm.ac.id). 

Meskipun berita ini memang telah lama, tetapi tampaknya hal ini masih menjadi perdebatan. Di sisi pro, pembagian kondom gratis ini memang bertujuan baik, lagi pula pengidap HIV/AIDS di Indonesia semakin banyak. Data 10 tahun terakhir menunjukkan dari tahun 2005 hingga tahun 2015 terdapat kasus HIV sebanyak 184.929 yang tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga, salah satu tindakan preventif yang dilakukan pemerintah adalah dengan membagikan kondom gratis yang bertujuan agar menjaga individu dari serangan HIV/AIDS di lingkungan bermasyarakat. 

Sementara itu, di sisi kontra, pembagian kondom gratis ini dapat memicu tingkat pergaulan bebas di Indonesia, terlebih lagi jika pembagiannya dilakukan ke para remaja, khususnya mahasiswa/i. Selain itu, pihak kontra menilai bahwa pemerintah membuat prostitusi semakin menjamur karena PSK dan pekerja lokalisasi di daerah prostitusi diberikan kondom gratis juga sehingga memberikan rasa aman dari serangan HIV/AIDS saat ingin melakukan hubungan seks (baca di jateng.metrotvnews.com). 

Jadi, teman-teman berada di pihak mana? berada di pihak pro? atau di pihak kontra? Itu merupakan pilihan dari teman-teman. Penulis sendiri mendukung kedua pernyataan dari pro dan kontra yang telah saya uraikan di atas. Pembagian kondom gratis memang memiliki tujuan baik, sangat baik malah, yaitu untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS. 

Tetapi, mungkin sasarannya saja yang harus dievaluasi, misalnya hanya diberikan kepada pasangan suami-istri saja. Adapun mahasiswa, diberikan edukasi untuk menjauhi seks bebas dan pergaulan bebas yang bisa memicu resiko menderita HIV/AIDS. Begitu juga dengan PSK dan pekerja lokalisasi, hendaknya diberikan edukasi terkait bahaya dari HIV/AIDS sehingga diharapkan tumbuh kesadaran dari PSK dan pekerja lokalisasi untuk segera meninggalkan pekerjaan tersebut. 

Selain itu, mahasiswa sebagai agen perubahan seharusnya turut peduli dan simpati kepada ODHA serta berpartisipasi dalam mengedukasi keluarga/kerabat terdekat mengenai bahaya dari HIV/AIDS itu sendiri. Apalagi, anak farmasi yang notabene juga mempelajari penyakit ini dalam mata kuliah Patofisiologi misalnya. 

Sekian dari saya, ini hanya merupakan pandangan penulis, jadi tidak semua orang memiliki opini yang senada dengan apa yang saya tulis ini. 

Wassalamualaikum wr. wb.





Oleh:
Muhammad Aldila Satria 
Mahasiswa Farmasi Angkatan 2012 
Koordinator Pusat Studi dan Pengembangan Riset BEM KEMAFAR-UH 2015/2016

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.