Header Ads

Pesan Singkat dari Pohon Rindang

Oleh:
Ade Andinii
Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin 2013

Pesan singkat dari pohon rindang

Dia teman kami,
Tidak terasa waktu cepat berlalu, sudah lama sejak dia meninggalkan kami di wadah ini, wadah yang kami tempati bersama untuk meraih sebuah mimpi besar akan dunia, kami berjuang di medan pertempuran ini bersama untuk mengadu nasib ke depannya, namun dia tiba-tiba saja memutuskan berhenti untuk berjuang, bukan karena dia menyerah akan kehidupan, hanya saja karena dia telah usai menjalankan amanahnya di dunia.
Dia teman kami,
Meninggalkan kami dengan sejuta pesan moral akan kehidupan, membuat kami sadar akan pentingnya kebersamaan, walau tak lagi mungkin berjuang dalam wadah yang sama di dunia, namun harapan kami dapat menyusulnya untuk bahagia bersama di wadah yang berbeda “surga”
Hari ini pada tanggal 16 februari 2016, sembari merenung menatap langit-langit kamarku yang kusam, mencoba menggali sebuah pesan singkat dari seorang teman, pesan yang takkan pernah aku lupakan meski kadang menimbulkan berjuta pertanyaan,:
“kau ini seperti pohon cemara, pohon yang memiliki banyak daun yang lebat dengan ranting begitu banyak, jika dilihat dari pohonnya dia tidak begitu kuat, namun kau lupa coba lihat dari akarnya, akar merupakan titik kuat yang mengambil peran untuk menopangnya jadi jangan pernah mengabaikannya, jika kau tak ingin pohon cemaramu tumbang, perkuatlah akarnya” dari seorang teman.
Kembali berpikir, entah berapa lama saya mendapatkan jawaban dari teka-teki ini, mungkin 1-15 hari, “siapa pun, ingatlah kau tidak selamanya berada di dunia, kehidupan itu layaknya sebuah pohon cemara dengan dedaunan yang rindang, begitu banyak daun dan ranting yang menggambarkan harapan dan ambisi akan impian dan kebahagiaan dunia, terkadang membuat semua orang lupa bahwa sebuah batang kecil tidak akan mungkin cukup mampu menopang semuanya, ingatlah kau masih punya akar, tidak pernah sedikit pun manusia bersalah karena memiliki banyak harapan dan impian, namun jangan mengabaikan akar yang merupakan titik kuat dari kehidupan, akar akan membawamu jalan yang benar sehingga tidak digelapkan akan kebutaan ambisi dunia, tidak begitu membebankan batang akan cinta kebahagiaan dunia, akar yang saya sebut di sini adalah (iman)” .
                Tidak salah jika kau mungkin punya sejuta impian di dunia untuk seribu alasan, namun jangan pernah lupakan DIA. Ingat “iman adalah titik terang dari impian dan titik kuat dalam kehidupan”

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.