Meriahnya Penutupan Prescription 2016

Sesi foto bersama seluruh finalis lomba kartya tulis ilmiah tingkat mahasiswa se-Indonesia pada penutupan Prescription 2016
www.bem-kemafarunhas.or.id - Agenda tahunan Badan eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, ajang Pharmaceutical Research and Science Competition (Prescriprion) 2016 sukses terlaksana, secara resmi ditutup oleh Wakil Dekan III (bidang kemahasiswaan) Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, Dr. Sartini, M.Si., Apt di aula Fakultas Kehutanan Unhas, sabtu malam (30/04).

Rangkaian acara penutupan yang dimulai pukul 19.00 WITA tersebut berlangsung meriah. Diawali dengan penampilan seni akustik dari Farmasi Unhas 2013 kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur'an lalu lagu Indonesia Raya dengan hidmat oleh seluruh hadirin. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua panitia, presiden BEM KEMAFAR-UH dan Wakil Dekan III Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin.

Wahyu Dirgantara selaku ketua panitia, dalam sambutannya berharap dengan adanya kegiatan ini bisa mempererat tali silaturrahmi sesama mahasiswa seluruh Indonesia.

Acara puncak adalah pengumuman masing-masing juara yang diselingioleh penampilan seni dari UKM Pharmacy Art Community (Pharco) FFUH yang berhasil memukau dan menghibur semua hadirin.





Tolak Segala Bentuk Komersialisasi Pendidikan!

Jangan jual kampus kami via Humas Bem Kmfs Unhas (fb)
Isu pendidikan memenag tidak ada habisnya. Kritik terhadap pendidikan pasti akan terus ada kalau sistem yang berjalan hari ini dinilai akan membuat pendidikan kehilangan arah. Akan membuat pendidikan hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu, apalagi kalau pendidikan sudah mengarah pada praktek komersialisasi, privatisasi dan liberalisasi pendidikan.

Sebuah pertanyaan mendasar yang selalu menyambut diperingatinya hari pendidikan nasional yang jatuh pada 2 mei; Kenapa harus hari lahir Ki hajar Dewantara? Apa semangat yang dibawanya? Pertanyaan itu akan selalu terjawab dengan
“Ki Hajar Dewantara menginginkan pendidikan yang merata, pendidikan yang dapat dirasakan oleh semua umur.” 
Bukan pendidikan yang buat untuk segelintir orang saja. Apalagi kalau institusi pendidikan dibuat untuk mengais keuntungan dengan membuat mahasiswa menjadi buruh yang memberi upeti tiap semester kepada tuannya (para birokrasi) lewat yang namanya pembayaran spp, ukt dan lainnya. 

Penolakan kami terhadap AUUPT bukanlah penolakan yang tidak berdasar. Salah satu alasannya adalah UUPT ini merupakan wajah baru dari UU no. 9 tahun 2009 tentang badan hukum pendidikan yang telah dicabut lewat gerakan aksi massa dan perjuangan litigasi (judicial review). semangat badan hukum dalam undang-undang pendidikan tinggi misalnya terdapat pada beberapa pasal. Sebut saja pada pasal 64 yang inti dari kalimat yang ingin disampaikan adalah “…perguruan tinggi negeri diberikan hak otonomi untuk mengelola keuangannya secara mandiri, mendirikan badan usaha dan mengelola dana abadi, mengangkat dan memberhentikan dosen…”. Dalam potongan kalimat di atas dapat diketahui bahwa ketika universitas sudah berstatus badan hukum, maka sudah pasti tugas universitas tidak hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi juga bertugas mencari dana kiri kanan untuk membiayai universitasnya. 

Lalu apa yang salah dengan itu? Yang salah dari itu adalah pendidikan yang harusnya bersifat nirlaba. Tidak mencari keuntungan. Tetapi salah satu pasal tersebut nyatanya sudah menggugurkan semangat itu. 

Hal di atas sudah sangat jelas menegaskan bahwa UUPT melegalkan pelepasan tanggung jawab negara pada pendidikan. Semangat privatisasi memberi jalan bagi pemerintah untuk melepaskan tanggung jawabnya di setor pendidikan dengan dalih otonomi keuangan perguruan tinggi. Ini membuat universitas sebagai institusi perguruan tinggi diharuskan mencari dana melalui masyarakat, mahasiswa dan kerja sama industri. Ini jelas akan membuat universitas lebih memilih orang kaya dibanding orang yang ekonominya kurang mampu untuk mengenyam pendidikan. Karena di satu sisi universitas harus mencari dana untuk mendanai institusinya. Dan orang kaya adalah orang yang tepat akan hal itu. Menggerus terus uang orang tuanya. 

Coba bayangkan jika yang mengenyam pendidikan hanya orang kaya! Pada siapa lagi orang tua kami akan mengadu bahwa anak kami butuh sekolah dan kami tidak punya uang. Ki hajar Dewantara saja akan meneteskan air mata ketika mengetahui pendidikan yang dicita-citakannya sudah dikhianati oleh kepentingan pemodal. 

Apa yang kami lakukan hanyalah sebagian kecil dari upaya-upaya untuk menolak pelegalan komersialisasi pendidikan. Karena kami menganggap bahwa pelegalan komersialisasi pendidikan melalui sederetan regulasi adalah bentuk penghianatan terhadap negara dan perjuangan memperoleh kemerdekaan. Sejarah pendidikan Indonesia sejak pemberlakuan politik etis adalah sejarah perjuangan melepaskan diri dari paradigm liberal yang dibangun dan dibentuk oleh kaum imperialis. Kemerdekaan bukanlah hanya tentang status merdeka, tetapi juga merasakan kemerdekaan. 

Bicara panjang lebar tentang undang-undang tidak akan mengubah apapun. Toh pemerintah memang sudah menutup telinga dengan suara-suara bising teriakan terhadap penolakan komersialisasi pendidikan. Berdiskusi sana sini hanya membuat kita mendengar curhatan-curhatan sesama korban yang merasakan bahwa pendidikan hari ini semakin mahal. Pengajuan judicial review untuk mencabut undang-undang hanyalah upaya yang sia-sia kalau kita hanya duduk di sudut-sudut kampus menunggu hasilnya. 

Sebuah gerakan perlawanan tidak seperti itu. Kita harus turun ke jalan. Kita harus menduduki gedung-gedung para pemangku kebijakan ketika mereka sudah tidak mendengar kita lagi. Minimal kita melakukannya 2 mei nanti, itu akan sedikit menghapus air mata Ki Hajar Dewantara di alam sana. Namun satu hal yang harus kita ingat bahwa masuknya privatisasi pendidikan sebenarnya tidak dimulai dari UU BHP. UI dan perguruan tinggi lainnya sebagai BHMN hingga BHP hanyalah bagian kecil dari topeng komersialisai pendidikan. Maka kalau pun kelak UPPT, tugas kita tetap belum selesai. Banyak hal yang harus kita benahi untuk mencapai pendidikan yang membebaskan. 

Ingat ketika ada yang bertanya; “UUPT ditolak, disahkan, kemudian?” kita semua harus menjawab; “Dicabut dan wujudkan pendidikan yang membebaskan.” Kita semua harus tetap melawan karena merdeka memerlukan perlawanan dan pemberontakan! 

CABUT UUPT !! 

ALIANSI UNHAS BERSATU

www.bem-kemafarunhas.or.id - diskusi polemik PTNBH oleh aliansi UNHAS BERSATU

Galeri - Lema Unhas Bersatu Tolak Komersialisasi Pendidikan, Tuntut Cabut UUPT

Lembaga Kemahasiswaan Unhas bersatu menolak komersialisasi pendidikan, tuntut cabut UUPT.

Oleh BEM KEMAFAR-UH di depan Fakultas Farmasi Unhas
@sekretariat BEM KEMAFAR-UH
@BEM FMIPA UNHAS
@BEM Pertanian Unhas



@Panggung Kreativitas Mahasiswa oleh BEM FKM UNHAS
Oleh Senat Ekonomi Unhas
oleh BE KEMAHUT SI-UNHAS
oleh BEM SOSPOL UNHAS

Sumber: UNHAS BERSATU

Kesempatan ke Negeri Sakura: Ikuti Paper Competition Tokyo Tech Indonesian Commitment Award 2016

www.bem-kemafarunhas.or.id - Dalam rangka membangkitkan inovasi para peneliti muda dan mempromosikan hasil karya penelitian mahasiswa dari seluruh Indonesia, Persatuan Pelajar Indonesia Tokyo Institute of Technology (PPI Tokodai) kembali menyelenggarakan Tokyo Tech Indonesia Commitment Award (TICA) 2016. sebagai bentuk komitmen dan kepedulian para mahasiswa Indonesia di Jepang khususnya Tokyo Tech terhadap pendidikan serta riset sains dan teknologi di tanah air.

Salah satu kegiatan TICA adalah kompetisi karya tulis ilmiah (paper) untuk mahasiswa sarjana seluruh Indonesia. Dalam kompetisi ini, tiga pemenang terbaik akan diundang ke kampus Tokyo Institute of technology, Jepang, untuk menerima penghargaan dan menghadiri acara puncak TICA yang akan dihadiri oleh beberapa pembicara utama dari dalam dan luar Indonesia untuk berbagi pengalaman dan wawasan dalam bidang pembangunan berkelanjutan (Sustainable development), sebagai tema TICA 2016.

berikut lampiran posternya;

Poster TICA 2016
Sumber: Kemahasiswaan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin

Info Event: Tokyo Tech Indonesian Commitment Award 2016

Meneruskan informasi dari pihak akdemik Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin

Kepada Yth.
Bapak/Ibu
Sekretariat universitas di Indonesia,


Selamat siang,

Kami PPI Tokodai (Persatuan Pelajar Indonesia Tokyo Institute of Technology), melalui email ini ingin menyampaikan informasi bahwa kami akan mengadakan kompetisi karya tulis untuk mahasiswa sarjana maupun diploma (D3/D4/S1) yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia dengan tajuk "Tokyo Tech Indonesian Commitment Award (TICA) 2016". Pada tahun ini, kami mengangkat tema “Sustainable Development”. Kompetisi ini kami adakan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kami terhadap kegiatan riset mahasiswa di seluruh Indonesia.

Pada tahun ini, TICA terbagi menjadi 3 cluster yang dapat diikuti oleh peserta yaitu:
  1. Science dan Engineering. Penelitian ilmiah yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan dari sudut pandang sains dan teknik. Mahasiswa program studi sains dan teknik dipersilakan untuk mendaftar di cluster ini.
  2. Management dan Social. Aspek manajemen dan sosial memberikan kontribusi besar untuk pembangunan berkelanjutan. Untuk itu, kami juga membuka peluang bagi mahasiswa dari program studi manajemen dan social
  3. Creativity Enhancement, Kami terinspirasi dengan semangat Monozukuri bangsa Jepang yang secara harfiah berarti 'memproduksi'. Pada cluster ini, setiap peserta diminta untuk menuangkan hasil penelitian mereka yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan melalui sebuah prototype. Peserta dari program studi apapun dapat mendaftar pada cluster ini.
Syarat dan Ketentuan
Semua mahasiswa D3, D4, S1 Indonesia atau mahasiswa D3, D4, S1 yang baru lulus pada tahun 2016 diperkenankan untuk mengikuti kompetisi ini. Selain itu karya yang dikirim harus sesuai dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
  • Konten. Paper akan dinilai dari kesesuaian topik, isi teknis, penggunaan metode saintifik, dampak potensial untuk teknologi di Indonesia, kebaruan.
  • Originalitas. Setiap paper harus orisinil dan merupakan karya dari penulis. Karya yang sudah pernah dipublikasikan tidak diperkenankan
  • Periode pendaftaran peserta dan pengumpulan karya tulis TICA 2016 adalah 11 April – 5 Juni 2016. Pengiriman karya dilakukan secara online melalui website: http://tica2016.ppi-tokodai.net/
Dalam kompetisi ini, peserta terbaik dari setiap cluster akan kami undang untuk menghadiri acara utama TICA 2016 di kampus Tokyo Institute of Technology, Tokyo-Jepang untuk mempresentasikan karyanya dan menerima penghargaan (transportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh panitia sepenuhnya).

Besar harapan kami Bapak/Ibu dapat meneruskan info mengenai TICA 2016 kepada mahasiswa Bapak/Ibu. Semoga kompetisi ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Bapak/Ibu dan para mahasiswa Indonesia pada umumnya. Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,
Panitia TICA 2016
TICA 2016

Negara Ini Milik KAMI !

Oleh:
BR
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin 2012
aku mohon, Pak... via gilahidup.wordpress.com

Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea keempat menyebutkan bahwa 
“...Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial...”
Bagiku ada sebuah  keresahan yang selalu menghantui pikiran, bukan persolan  kata cinta yang selalu manis untuk diucapkan bagi pemuda pemudi tanpa tidur, dan makan pun susah karenanya, gadget di tangan, bukan media sosial hubungi pacar, pasang status, curhat sana sini, atau para pemangku jabatan yang mondar-mandir terbang kesana-kemari meloloskan proyek-proyek dengan bonus miliaran rupiah, saat mengambil kebijakan tak lagi mementingkan masyarakat, baginya mereka hanyalah korban penindasan di negeri sendiri.

Bagiku sungguh kehidupan itu sangat murahan ketimbang menulis untuk peradaban, membaca untuk pemikiran, mendengarkan diskusi kajian untuk penerangan, dan berbicara untuk tunaikan hak manusia demi hadirnya peradaban bangsa yang sejahtera, bukan pula persoalan pribadi yang tak tahu akan arah dan hidup ini akan kemana. 

Namun bagiku perenungan akan nasib bangsa ini menyedihkan. Ini tentang nasib rakyat kecil, para wong cilik perkotaan, bahkan makan sehari adalah sebuah perjuangan. Tangan yang menangadah berharap uluran tangan para dermawan, mimpi mereka hanya untuk makan hari ini, bahkan mimpi hanyalah sebuah  mitos dan terkadang tak akan terjadi hari itu, keringatnya membasahi sekujur tubuh, mengelus muka dengan penuh ketabahan berharap sesuap nasi demi senyum kebahagiaan anak istri yang menanti, mereka senantiasa membayar pajak terhadap bangsa namun tak ubahnya daging telah menyusut, tubuh dan penderitaan telah menyiksa hingga ikhtiar kematian diserahkan terhadap pemilik kehidupan  hanyalah tujuan satu-satunya, membayar pajak untuk memenuhi gaji para pemangku kebijakan, fasilitas kemewahan, rumah jabatan, mobil mewah, apartemen, dan gaji berlebih, namun rakyat menderita. 

Lantas, apakah negara ini hanyalah milikmu? 

Kemerdekaan bangsa ini telah memasuki 71 tahun, namun tak ubahnya hanyalah bebek yang mengekor dan layaknya kerbau yang dengan entengnya ditarik kesana sini oleh arus postmodernisasi. Kepentingan pribadi diutamakan, politisasi disegala sektor dimainkan untuk meraik keuntungan, bagimu tak mengikuti perkembangan adalah kemunduran, hingga pun tertatih kau mengikutinya. 

Peristiwa masa tumbangnya orde lama, pergerakan organisasi Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda, Peristiwa 1966, revolusi 1998, proses perjuangan: angkatan 1908, angkatan 1928, angkatan 45, dan  angkatan 66, masa reformasi adalah contoh dari keinginan yang hanya bertujuan untuk mengabdi pada masyarakat, bukan untuk memanfaatkan mereka untuk menanggung segala kebutuhan bangsa. 

Pahit dan penindasan kami dapatkan, namun kebahagiaan dan hura-hura kamu nikmati. Tak ada empati dan perasaan sedih saat melihat rakyatmu kini menangis dan menderita. namun, tak sadarkah penderitaan yang kini dirasakan oleh masyarakat 18 tahun sejak reformasi itu terjadi padahal ini adalah ulahmu?

apakah negeri ini hanyalah milik para pemilik modal dan pemangku kebijakan?

dikutip dari economi.okezone.com, menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebutkan bahwa 20 persen orang Indonesia hidupnya sudah lumayan. Tapi 80 persen paling bawah belum bisa menikmati arti dari kemerdekaan.  Hal ini membuat tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia menjadi paling rendah dibandingkan negara ASEAN lain, negara paling sejahtera di peringkat pertama adalah Singapura, kedua Malaysia, ketiga Thailand, dan keempat Filipina.

Bagiku kesejateraan dan arti kemerdekan hanyalah sebuah kata yang pantas untuk sebagian kelompok saja, mengambil sebuah kebijakan dan aturan tetap menggunkan metode gaya bank atau top bottom  menurut  Paulo Freire tanpa memperhatikan keadaan masyarakatnya sebagai kaum yang tertindas.

Jika negara ini hanyalah milikmu saja, bukan milik kami masyarakat kecil. Maka biarlah kami ambil kembali hak dan amanah kami, dan  pergilah kebalik jeruji besi. Betapa engkau akan mersakan penderitaan yang kami rasakan selama bertahun-tahun akibat keserakahan perutmu, pun kamu tak becus juga.

Bagiku tak ada kesejahteraan jika dalam pengambilan kebijakan tidak memihak kepada masyarakat kecil, dan arti kemerdekaan bagi bangsa, tetap akan menjadi mitos yang tak akan pernah mampu diwujudkan. Yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin itulah dampak salah satu arus globlisasi.

Untukmu negeriku tercinta, lahir dan matiku di tanah air Indonesia. 
Rakyat kecilmu yang juga menginginkan kemerdekaannya.

Silaturahim ke WD 1 Farmasi Unhas

Suasana diskusi pihak Bem dengan WD 1 Fakultas Farmasi Unhas
www.bem-kemafarunhas.or.id - Jajaran pengurus BEM KEMAFAR-UH periode 2015/2016 lakukan kunjungan silaturahmi ke Wakil Dekan III (bidang akademik) Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, Subehan, S.Si., M.Pharm.Sc.,PhD., Apt. 

Ini adalah kunjungan resmi pihak Bem sejak beliau terpilih desember lalu. sebelumnya, pihak Bem juga telah melakukan silaturrahmi secara khusus kepada dekan, WD II dan WD III terpilih periode 2015-2019

Mahasiswa Farmasi Unhas Ciptakan Obat Antihipertensi Oles

Mahasiswa Farmasi Unhas ciptakan obat antihipertensi oles via viva.co.id
Bagi kamu para penderita tekanan darah tinggi (hipertensi), ada kabar baik. Jika Anda selama ini selalu diminta mengonsumsi obat-obatan penurun tekanan darah dengan cara diminum, sebentar lagi bakal ada obat hipertensi yang cukup dengan dioles saja. 

Seperti apa obatnya? Tapi jangan dikira ini obat impor ya. Obat ini asli buatan anak negeri. 

Sejumlah mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar baru-baru ini menemukan obat hipertensi berbasis pengolesan krim yang dibuat dari ekstrak buah mengkudu (pace). 

Mukarramah, salah satu mahasiswa yang meneliti inovasi tersebut mengatakan, saat krim dioles maka obat akan cepat masuk ke pembuluh darah. Coba bandingkan dengan obat minum yang harus melalui serangkaian proses sebelum masuk ke pembuluh darah. 
“Jadi ketika seseorang minum, obat mengalami metabolisme di hati. Nah, saat di hati itu tidak semua sampai ke pembuluh darah. Sementara obat dioles, total meresap ke pembuluh darah,” 
ujar Mukarramah kepada brilio.net (20/3) yang ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Alasan para mahasiswa menggunakan buah mengkudu, karena mengandung zat scopoletin yang berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah ketika mengalami penyempitan. Kandungan zat itulah yang berfungsi bisa menurunkan tekanan darah penderita atau sebagai antihipertensi. 

Proses pembuatan hingga menjadi krim membutuhkan waktu selama empat bulan. Mengekstrak mengkudu diformulasikan dengan liposom yang berfungsi sebagai penghantar obat ke pembuluh darah setelah dioleskan ke kulit. 

“Sistem penghantar obat ini (liposom) akan mempercepat kerja dan keefektifan obat untuk menurunkan tekanan darah,” katanya. 

Krim mengkudu ini telah diujicobakan pada tikus dan terbukti bisa menurunkan tekanan darah. Namun perlu kajian lebih lanjut mengenai dosis oles yang harus digunakan penderita. “Ini masih penelitian dasar, mengenai dosis harus penelitian lanjut lagi,” tukasnya. Semoga saja karya anak bangsa ini bisa membantu para penderita hipertensi ya.

Galeri - Lanjutan PDKMF 2015 oleh GB 6

Kunjungan ke salah satu komunitas sosial di Makassar; Sokola Kaki langit, jumat/22 April 2016Tempat wawancara: Cafe moff jl Perintis Kemerdekaan
Pengembangan wawasan sosial, salah satu rangkaian lanjutan PDKMF 2015 BEM KEMAFAR-UH
GB 6 (Aton, Febliani, Fauziah Hasdin, Tri Puspita Roska, Vulky)

Galeri - Lanjutan PDKMF 2015 oleh GB 5

Kunjungan ke salah satu komunitas sosial di Makassar; Komunitas Lentera Negeri
Pengembangan wawasan sosial, salah satu rangkaian lanjutan PDKMF

  • - Nur Atika nadya-NIM N111 15 037 
  • - Nur Azizah - NIM N111 15 301 
  • - Amalia Noviyanti - NIM N111 15 525 
  • - Irene Putri Riska - NIM N111 15 007 
  • - Siska Desiana Sultan - NIM N111 15 056 
  • - Eksa Dianti - NIM N111 15 325 
  • - Akhmad Rafi'i - NIM N111 15 040

Galeri - Lanjutan PDKMF 2015 oleh GB 12

Kunjungan ke salah satu komunitas sosial di Makassar; Makassar Berbagi, oleh grup belajar  (GB) 12.
Rabu/20 April 2016 di
 MCD Pettarani dengan acara diskusi interaktif bersama ketua komunitas, Rizal.
Pengembangan wawasan sosial, salah satu rangkaian lanjutan PDKMF 2015 BEM KEMAFAR-UH

Coming Soon Kongres KEMAFAR-UH

Coming Soon Kongres KEMAFAR-UH on Mei 2016

Masih di Sini

Oleh:
Yuuyu
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin 2012

Aku masih di sini via dearest-te.blogspot.com
Mengapa aku masih di sini? 
Masih meraba kenyataan kian meninggi 
Dengarkan suara hentakan kaki kian jauh melampaui 
Tak jua sadar hingga pagi menuntut sembari pergi 
Memori jauh itu takkan menyapa dengan senyum 
Tunggang langgang menghidupi hari kian memburam 

Tidakkah kau letih dengan tuntutan di sudut matahari terbenam? 
Ataukah masih mencari arti kau di sini hingga disapa malam? 
Kata mereka “waktu” itulah yang esensi 
Namun kolom dalam kelas masih jarang terisi 
Cacat presensi, cacat pula ilmu pasti 
Namun masih engkau harap juangmu bernada simfoni 

Masih tidakkah kau merasa, wahai anak muda? 
Duka yang kau kandung bukan hanya milikmu saja 
Mereka yang memeras darah menembus belantara 
Tak kenal lelah masih menahan dentuman sejuta problema 

Untukmu, penerus falsafah Pancasila dan Tri Dharma 
Sebelum engkau dimanja kelembutan dekapan malam 
Sisihkan waktu sepertiga dengan doa menghujam 
Usah kau sesali dahulu yang tenggelam kelam 
Hari esok dan harapan yang kau lihat belumlah terpejam 

Mengapa aku masih di sini? 
Karena aku masih mampu berdiri dan perjuanganku masih berarti.

Surat Cinta untuk Almamater Merah

Gedung rektorat Unhas via https://www.instagram.com/nini_nhi/
Harus kemana lagi kuutarakan segala resah yang menghinggapi pikiran. belajar pun tak fokus, ditambah lagi makan susah, sering ku bertemu denganmu membahas permasalahan ini, namun kamu tetap selalu yakin dengan keputusann argumenmu, tak pernah memihak kepadaku. Justru kamu lebih memilihnya ketimbang aku. 

Aku kecewa, bahkan kamu tak mendengarkanku, hingga sering ku harus berteriak-teriak mengatakan kepadamu aku tidak setuju dan bahkan dengan tegas menolak statusmu yang kini akan berubah. mereka mahasiswa, kau tak sudi lagi mendengarnya, kini casingmu mulai berganti PTN-BH, aku tidak setuju jika kau berubah, aku bahkan tidak menginginkan kamu berubah. aku lebih memilihmu yang dulu. tahu tidak kenapa? 

Merah membuat kami berani menentang segala bentuk ketidakadilan ini, merah ini selalu membuat kami semangat untuk berjuang, jangan tanyakan kami adalah seorang provokator, aku bahkan lebih dari sekedar itu. tahu tidak aku sangat mencitaimu almamater merahku, UNIVERSITAS HASANUDDIN. jikalau darah harus menetes maka biarlah menyatu dalam almamater sebagai jubahku, namun jikalau tubuh harus berjalan tertatih maka biarlah tanah, matahari, dan debu menjadi saksi pembuktian, dengarkanlah surat cintaku padamu, Universitas Hasanuddin.

Mahasiswa Unhas tolak PTNBH - gambar spesial dari Humas Bem Kmfs Unhas via facebook
Dulu tahun 2012, aku selalu yakin denganmu yang akan mampu membuka cakrawala berpikirku, menjadikanku mampu mengoptimalkan segenap potensi kecerdasanku, melakukan kegiatan-kegiatan menarik pengembangan soft skill, menyediakan wadah pengembangan pengetahuan, dan menjadi tempat lahirnya generasi-generasi pembaharu.

Namun kini, kau telah berubah menjadi PTN-BH, bahkan sifatmu yang spesial kamu sebut otonom akademik dan nonakademik. Lantas kini, kamu telah memenjarahkanku, apa yang bisa aku perbuat bahkan segalanya kamu urusi, lantas kini potensi kecerdasanku meliputi pengetahuan, emosional, dan psikomotorik kini kamu batasi. bagaimana bisa ku terlahir menjadi seorang pemimpin pembaharu jika jantung dan hatiku telah kau penjarakan, kini kamu mulai meninggalkanku tanpa memperdulikan sikapku lagi.

Jika pada masa penjajahan hak asasi hidup telah ditindas, namun dengan semangat pembebasan lebih baik mati dalam kehidupan daripada hidup dalam penjajahan dan penindasan. Hingga zaman saat itu mulai bergerak, disebutkan oleh Takashi Siraishi 1912-1926, semua elemen bangkit dan disebut zaman bergerak hingga kemudian kemerdekaan Indonesia tercapai sebagai kado hidup selanjutnya. Aku mengganggap penindasan dan ketidakadilan itu tidak akan terjadi lagi karena kamu Soekarno-Hatta adalah pemimpinnya, orde lama adalah sebutannya. 

Namun tidak, justru kamu juga seperti itu. Hingga kami sepakat untuk menjatuhkanmu. kamu terjatuh dengan suara kesedihan dan kebahagian, karena telah manghadirkan bangsa ini, namun orde baru adalah pelanjutnya dan Hatta adalah pemimpinnya, tapi kebahagiaan itu sirna, masa pembungkaman idealitas. Bahkan hak asasi pengeatahuan untuk bersua terlarang, namun dengan kesadaran kritis seluruh masyarakat, mahasiswa, buruh, petani, dan kelompok masyarakat lainnya mampu membuatmu mengerti dan memahami perasaan kami bahwa kami juga ingin hidup layak, kami juga ingin bahagia, dan kami ingin hidup tanpa ada tindakan pembungkaman idealitas. Karena urusan moral biarkanlah kami cari metode live in "merangkul dan mencerdaskan masyarakat untuk bergabung menumbangkanmu", jiwa kritis kami pupuk. 

Masa 1998 reformasi bangsa berharap cita-cita luhur bangsa ini terwujud, namun sejak 18 tahun reformasi casing bangsa telah sirna dimakan rayap namun antek-antek penindas masih hidup di dalamnya menjadi nyamuk menghisap darah tubuh manusia lainnya, menggunakan berbagai cara hanya sebuah kekuasaan niat memperbaiki bangsa dinomor duakan kepentingan pribadi diutamakan dibanding kepentingan publik rakyat menangis meminta sesuap nasi sedangkan kamu tertawa tidak memperdulikannya, banyak yang mampu meraih jabatan dan kekuasaan, namun tak bisa menjadi seorang pemimpin. BPS RI 2015 dilaporkan jumlah penduduk indonesia +/-252.370.792 orang, pengangguran 7.560.000.000 orang dan tingkat inflasi 3,35% dan jumlah pengangguran terdidik Indonesia 2015 1,05 juta orang atau 13,94% dari total 7,56 juta orang. 

Almamater merah, itu hanyalah secuil permasalahan bangsa ini, yang seharusnya engkau hadir sebagai solusi atas ketimpangan yang terjadi namun justru engkaupun hadir menambah permasalahan kami, kini engkau komersialisasikan pendidikan, neoliberalisme menjadi peganganmu. tujuan bukan lagi mencerdaskan kehidupan bangsa, namun kamu justru mencotohkan kepada kami bahwa segalanya hanya uang dan uang. Pendidikan takkan maju tanpa ada uang, kini asetmu juga kau naikkan. perut menangis, keluarga pusing, mahasiwa mengemis. Kau bilang asetmu kini ada tiga triliun, harga aset pemasukan 600 juta, kamu bagi sistem SPP menjadi uang kuliah tunggal namun ternyata bukan hanya tunggal tapi duanya harus ikut, ruang masyarakat ilmu harus dibudidayakan bukan sepihak menskorsing, menutup kegiatan mahasiswa atas nama kekuasaan, bukan tak pernah pengetahuan itu dibungkam karena kita adalah masyarakat ilmiah. seyogianya junjunglah tinggi ilmu itu bukan hanya justru memperjual belikan pendidikan kayak dagangan.

Memang saat ini kamu belum sepenuhnya berubah status, namun dengarkannlah curahan hatiku, aku tetap menginnginkanmu Unhas menjadi Badan Layanan Umum. Namun jika kau tetap pergi maka kamipun akan tetap berdiri di sini bersama almamater merah untuk menarikmu kembali kejalan yang benar, dan sekalipun konfrontasi harus dilalui bahkan darah, tanah, keringat, dan ucapan akan menjadi saksi penolakannku terhadapmu.

Semoga Tuhan, merahmati.
Salam kebebasan berpikir! Pendidikan adalah pencerdasan, bukan pendidikan adalah dagangan. 
Camkan baik-baik!

-Mahasiswa Unhas yang selalu memikirkanmu.

Informasi Lokasi dan Jadwal KKN Gelombang 93 Unhas

KKN Unhas via http://old.unhas.ac.id/

Rencana Program KKN yang Akan di Selenggarakan:
  • KKN REGULER 
Rencana Lokasi: 
  1. Kabupaten Sidrap
  2. Kabupaten Wajo
  3. Kabupaten Soppeng 
  4. Kabupaten Enrekang
  5. Kabupaten Jeneponto 
  6. Kabupaten Pangkep 
  7. Kabupaten Bantaeng
  • KKN TEMATIK "Bangun Mandar" 2016 
Rencana Lokasi: 
  1. Kabupaten Mamuju
  2. Kabupaten Mamuju Tengah
  3. Kabupaten Mamuju Utara
  • KKN NKRI POSO 
Rencana Lokasi: Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah

  • KKN TEMATIK DESA SEHAT 
Rencana Lokasi: Kabupaten Gowa

  • KKN TEMATIK DESA SEJAHTERA MANDIRI 
Rencana Lokasi: Kabupaten Bantaeng

  • KKN TEMATIK PULAU SEBATIK
Rencana Lokasi: Pulau Sebatik, Kalimantan Utara

  • KKN TEMATIK PULAU MIANGAS
Rencana Lokasi: Pulau Miangas, Sulawesi Utara

  • KKN TEMATIK KEBANGSAAN 2016
Rencana Lokasi: Provinsi Bangka Belitung

  • KKN TEMATIK KERJASAMA UGM JOGJA
Rencana Lokasi: Provinsi Yogyakarta

  • KKN TEMATIK KERJASAMA UNIV ANDALAS
Rencana Lokasi: Provinsi Sumatera Barat

  • KKN INTERNATIONAL MALAYSIA
Rencana Lokasi: Kedah, Malaysia

  • KKN TEMATIK PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PEMUKIMAN
Rencana Lokasi: Kabupaten Gowa & Makassar

  • KKN TEMATIK HUTAN DESA
Rencana Lokasi: Kabupaten Jeneponto

  • KKN TEMATIK PPM DIKTI
Rencana Lokasi: 
  1. Kabupaten Maros
  2. Kabupaten Pinrang

Jadwal Penyelenggaran Program KKN Unhas Gel. 93 Periode Antar Semester (Juli - Agustus 2016)

1. Pendaftaran Mahasiswa 

📆 20 April - 20 Mei 2016

📍 Fakultas Masing-Masing

2. Pembayaran Biaya KKN & Pendaftaran Online
📆 23 Mei - 31 Mei 2016
📍 Bank BNI Tamalanrea

3. Seleksi KKN Tematik
📆 25 - 28 Mei 2016
📍 Kantor UPT KKN 

4. Pengumuman Hasil Seleksi KKN Tematik
📆 31 Mei 2016
📍 Kantor UPT KKN 

5. Pembekalan Khusus Peserta KKN Tematik
📆 8 - 9 Juni 2016
📍 GPI Unhas

6. Pembekalan Umum Peserta KKN
📆 20 - 25 Juni 2016
📍 GPI Unhas

7. Pembagian Atribut Peserta KKN
📆 27 - 28 Juni 2016
📍 Kantor UPT KKN

8. Pelepasan Mahasiswa KKN Oleh Rektor
📆 12 Juli 2016
📍 Baruga AP Pettarani
9. Pemberangkatan Ke Lokasi
📆 13 Juli 2016
📍 Gedung PKM Unhas

10. Seminar Program Kerja
📆 21 -23 Juli 2016
📍 Lokasi KKN

11. Seminar Evaluasi Program Kerja
📆 10 Agustus 2016
📍 Lokasi KKN

12. Kunjungan Rektor
📆 20 Agustus 2016
📍 Lokasi KKN

13. Seminar Hasil Program Kerja
📆 29 - 30 Agustus 2016
📍 Lokasi KKN

14. Penarikan Mahasiswa dari Lokasi KKN
📆 31 Agustus 2016
📍 Lokasi KKN

15. Rapat Evaluasi & Penilaian
📆 7 September 2016
📍 Kantor UPT KKN

16. Pengumuman Nilai KKN
📆 19 Sepetmber 2016
📍 Kantor UPT KKN

Sumber: UPT KKN UNHAS via ANAK UNHAS (line)

*tambahan
untuk informasi pendaftaran KKN-PK Unhas angkatan Ke-53, silakan klik tautan INI

Coming Soon Pelatihan Jurnalistik

Coming soon !
Pelatihan Jurnalistik yang dilaksanakan oleh Pusat Studi dan Pengembangan Riset BEM KEMAFAR-UH periode 2015/2016 pada Mei 2016.
Persiapkan diri anda !

PRC Laksanakan Diksar V

Unhas, www.bem-kemafarunhas.or.id - Unit Kegiatan Mahasiswa Pharmacy Rescue Committee Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin laksanakan Pendidikan Dasar V tahap outdoor 15-17 April 2016 dengan lokasi di Desa Bossolo, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Diksar V UKM PRC ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Fakultas Farmasi Unhas, Dr. Sartini, M.Si., Apt.  rabu (13/04) di gedung Fakultas Farmasi Unhas.
WD III Fakultas Farmasi Unhas, Dr. Sartini, M.Si., Apt membuka secara resmi Diksar V UKM PRC FFUH
Turut hadir pada acara pembukaan tersebut adalah staf Dosen Farmasi Unhas, ketua Maperwa, presiden BEM KEMAFAR-UH, pimpinan ukm di lingkup Farmasi Unhas dan tamu undangan dari UKM yang bergerak di bidang kemanusiaan kampus Unhas serta anggota Kemafar-UH.

Diksar merupakan tahap yang harus dilewati oleh peserta untuk menjadi anggota di UKM PRC FFUH yang terdiri atas dua bagian; indoor dan outdoor. Pada Diksar V ini diikuti oleh tujuh peserta dengan rincian dua laki-laki dan lima perempuan.
...kepada peserta, tolong diikuti dengan baik semua tahapan yang dilaksanakan. dan kepada panitia, tolong dijaga kepercayaan yang diberikan fakultas. jangan sampai apa yang diutarakan berbeda di lapangan.
pesan WD III Fakultas Farmasi Unhas

Pihak fakultas juga menunjuk salah satu staf dosen muda, Muhammad Nur Amir, M.Si., Apt. sebagai pendamping selama pelaksanaan Diksar.

[Admin]

Ngobrol Seputar isu Bersama Tiga Pemimpin Kemafar-UH Beda Masa

Ngobrol seputar isu bersama tiga pemimpin KEMAFAR-UH beda masa 
Makassar, www.bem-kemafarunhas.or.id – Departemen Pusat Sumber Daya Manusia bekerja sama dengan Pusat Kajian dan Gerakan Sosial Farmasi BEM KEMAFAR-UH gelar talkshow bertajuk Ngobrol seputar isu (Ngopi) dengan tema “kontingensi kepemimpinan manusia pembelajar dalam menjawab tantangan dunia kesehatan; meneguhkan trigonosense falsafah pergerakan KEMAFAR-UH”, Kamis (15/04) di rm. Cobe-cobe Desa, Makassar. 

Ngobrol seputar isu ini sendiri merupakan program kerja dari departemen Pusat kajian dan gerakan sosial farmasi yang rutin dilaksanakan dua kali sebulan dengan mengangkat tema yang sedang hangat di publik dan media. 

Bertindak sebagai moderator, Yunita Cahyani Pratiwi. Adapun pemateri; Andi Alfian S.Si., MSi., Apt yang merupakan alumni Farmasi Unhas angkatan 1992, juga merupakan mantan ketua HMJ Farmasi Unhas (saat itu Farmasi masih bagian dari FMIPA), Zulfikar Syamsi, S.Si., Apt., yang merupakan presiden BEM KEMAFAR-UH periode 2012/2013, serta Budiman Yasir selaku presiden BEM KEMAFAR-UH periode 2015/2016. 

Andi Alfian yang membawakan materi dengan judul “Tantangan dunia kesehatan” menjelaskan bahwa ada banyak hal yang perlu dibenahi pada pendidikan kesehatan khususnya farmasi sekarang ini, salah satunya adalah sistem pendidikan yang terlalu banyak membebankan penguasaan bidang ilmu sehingga farmasis cenderung hanya menguasai dasar-dasar ilmunya saja, tidak mendalam pada satu bidang tertentu. Hal berbeda yang diterapkan pada profesi tenaga kesehatan lain. Hal lain yang perlu dibenahi adalah kurangnya komunikasi dengan pihak pemerinah, salah satu alasan yang menjadikan profesi apoteker tidak dicantumkan pada list tenaga medis yang ramai diberitakan baru-baru ini. Lemahnya kerja sama dan komunikasi antara sesama rekan sejawat profesi ini juga disoroti. Alfian juga memberikan gambaran adanya perbedaan kondisi profesi apoteker pada masa tahun 90-an yang sangat dibutuhkan dan dianggap penting sehingga kehidupan lebih meyakinkan, hal yang berbeda dengan sekarang yang terkesan dianak-tirikan. 

Dilanjutkan oleh Zulfikar Syamsi yang membawakan materi dengan tema "Role Model Kepemimpinan Kekinian", memaparkan bahwa saat ini yang kita perlukan sebagai mahasiswa adalah gerakan transformasi, harus melihat tantangannya ke depan, minimal punya produktifitas, tidak menjadi beban. Lanjut beliau, sebenarnya farmasi, Unhas khususnya memiliki inovasi dan kreativitas tapi jika tidak dikembangkan akan menjadi beban, itulah tantangannya, kita yang harus pertama melakukan inovasi, bagaimana menunjukkan, mengarahkan dan memimpin.. 
Kita harus berhenti sekarang membicarakan apa yang bisa negara berikan kepada kita. 
Tegasnya.

"Organisasi kemahasiswaan sebagai instalasi pergerakan" adalah materi terakhir yang dibawakan oleh Budiman Yasir. Beliau lebih banyak menjelaskan citra mahasiswa dan peranan  masa kini yang mengalami pergeseran.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi.

[admin]

Selamat dan Sukses kepada Staf Ahli Managerial Kesekretariatan yang Telah Selesai Ujian Sidang


Selamat kepada Gina Sakinah - staf ahli Managerial Kesekretariatan BEM KEMAFAR-UH periode 2015/2016 yang telah selesai ujian sidang, kamis (14/04).
Degenap anggota dan jajaran pengurus BEM KEMAFAR-UH turut berbahagia. selangkah lagi untuk meraih gelar sarjana. semoga bisa menjadi contoh dan menginspirasi buat rekan-rekan pengurus bahwa kita bisa mengimbangkan akademik dengan organisasi. sukses!
by. s.a. Publikasi & Informasi

[Agenda] Ngopi #5 - Edisi Spesial: Dirangkaikan dengan Launching LK2 Farmasi

Ngobrol Seputar Isu (NGOPI) #5 Special Edition dirangkaikan dengan launching LK2 Farmasi
dengan tema:

"Kontinsgensi Kepemimpinan Manusia Pembelajar dalam Menjawab Tantangan Dunia Kesehatan: Meneguhkan Trigonosense Falsafah Pergerakan KEMAFAR-UH" 
Dengan menghadirkan tiga pemateri:
  1. Andi Alfian, S.Si., M.Si., Apt : Tantangan Dunia Kesehatan
  2. Zulfikar Syamsi, S.Si., Apt : Role Model Kepemimpinan Kekinian
  3. Budiman Yasir : Organisasi Kemahasiswaan Sebagai Instalasi Pergerakan
yang insyaAllah akan dilaksakanan pada:

    • Hari/Tanggal: kamis/14 April 2016
    • Waktu: Pukul 18:00 WITA - Selesai
    • Tempat: RM Cobe-cobe Desa

DATANGKII NGOPI BARENG!