Header Ads

Lawan.. Lawan.. Lawan.. Jangan Hanya Diam!


Besok, selasa 12 April 2016, adalah aksi untuk menolak Unhas (Universitas Hasanuddin hampir swasta).

Pendidikan tinggi hari ini sedang sakit, salah satunya adalah Unhas yang merupakan kampus yang sangat kucintai almamaternya. 

Bukan lagi persoalan mencerdasarkan kehidupan bangsa yang diamanatkan oleh UUD 1945 alinea keempat, bukan lagi persoalan hak setiap warga memperoleh pendidikan tapi pemerintah pun dan pihak birokrat selalu menggunakan kepetingan politisnya hingga lahirlah UU No. 12 tahun 2012 casing baru dari UU no. 9 tahun 2009 yang sudah dicabut tahun 2010 silam.

Hadirnya PTN-BH, kini kampus hanya berorientasi income sebagai korporat yang mencari uang sebanyak-banyaknya. kampus sedang diliberalkan untuk komersialisasi, yang seharusnya mengembangkan potensi kecerdasan manusia berupa kognitif, afektif, dan psikomotorik. 
Tapi apa faktanya sekarang?
Kita lebih banyak disibukkan dengan akademik, jam malam diberlakukan, salah sedikit kekerasan akademik dilakukan, ancaman dan skorsing mahasiswa sebagai bentuk pemegang kekuasaan. 

Lantas, dimanakah sekarang masyarakat ilmiah yang menggunakan kampus untuk berdiskusi, berargumen, dan bertukar gagasan bukan untuk ditekan seolah kebenaran hanyalah milikmu seorang.. ini adalah otoriter pendidikan. Otonomi akademik dan otonomi non akademik menjadi prinsipnya! 

Bayangkan apa yang terjadi jika sebuah kekuasaan semau-mau pemimpinnya, kekuasaan akan dipolitisasi tanpa memandang kebutuhan mahasiswa, mahasiswa menangis dan menderita, orang tua tak makan demi hidupi anak-anaknya dikampus. Biaya Operasional kampus meningkat tajam, pajak tinggi mace-mace menderita dari 200 ribu meningkat menjadi 400 ribu, padahal mahasiswa civitas akademika terbesar yang menolak diberlakukannya!
Unhas yang kini hampir swasta, suara dibungkam dengan dalih kemajuan. ini bukan soal kemajuan! tapi ini soal penindasan dan kemelaratan kawan-kawan! 
Kampus ini bukan perusahaan yang men3cetak robot untuk pabrik-pabrik, tapi kampus adalah tempat mencari kedalaman ilmu, mengembangkan potensi kecerdasan .kita bukan sebagai robot yang mau dijajah dengan kekuasaan. 

Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan mengatakan ada 5 prinsip pengembangan pendidikan, salah satunya adalah mencintai kebenaran dan keterjangkauan pendidikan. Lantas, hari ini diberlakukan UKT yang mengkotak-kotakkan biaya pendidikan. Dimana kesetaraan ini teman-teman? 

Lain lagi dengan kegiatan mahasiswa saat ini, hampir semuanya ada campur tangan birokrat. Ini baru mau diterapkan secara keseluruhan, bagaimana jika sudah diterapkan secara total 1 januari 2017 nanti, inilah rezim orde baru ala modernisasi NKK/BKK, kini ada didepan mata. 
"Kawan, jika usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik ditolak tanpa beralasan, dituduh subversif dan mengacaukan keamanan, maka hanya ada satu kata kawan-kawan: LAWAN!" 
(Wiji Tukul). 

Siapa lagi yang menjaga nilai2 pendidikan, kalau bukan kita wahai mahasiswa, jangan biarkan setiap penindasan, dan ketidakadilan terjadi dikampus tercinta ini. TOLAK PTN BH, TOLAK UU No 12 tahun 12, TOLAK PP NO. 86 tahun 2014, TOLAK statuta unhas PP No. 53 tahun 2015. Miris Universitas Hasanuddin hampir swasta. 

Ayo besok aksi Lawan.. lawan.. lawan.. Janganko hanya diam!! Sebarkan..

Diam bukan lagi emas kawan, tapi diam adalah penidasan buat kita..
Mari bergerak suarakan mahasiswa dan suarakan suara rakyat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.