Header Ads

Negara Ini Milik KAMI !

Oleh:
BR
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin 2012
aku mohon, Pak... via gilahidup.wordpress.com

Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea keempat menyebutkan bahwa 
“...Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial...”
Bagiku ada sebuah  keresahan yang selalu menghantui pikiran, bukan persolan  kata cinta yang selalu manis untuk diucapkan bagi pemuda pemudi tanpa tidur, dan makan pun susah karenanya, gadget di tangan, bukan media sosial hubungi pacar, pasang status, curhat sana sini, atau para pemangku jabatan yang mondar-mandir terbang kesana-kemari meloloskan proyek-proyek dengan bonus miliaran rupiah, saat mengambil kebijakan tak lagi mementingkan masyarakat, baginya mereka hanyalah korban penindasan di negeri sendiri.

Bagiku sungguh kehidupan itu sangat murahan ketimbang menulis untuk peradaban, membaca untuk pemikiran, mendengarkan diskusi kajian untuk penerangan, dan berbicara untuk tunaikan hak manusia demi hadirnya peradaban bangsa yang sejahtera, bukan pula persoalan pribadi yang tak tahu akan arah dan hidup ini akan kemana. 

Namun bagiku perenungan akan nasib bangsa ini menyedihkan. Ini tentang nasib rakyat kecil, para wong cilik perkotaan, bahkan makan sehari adalah sebuah perjuangan. Tangan yang menangadah berharap uluran tangan para dermawan, mimpi mereka hanya untuk makan hari ini, bahkan mimpi hanyalah sebuah  mitos dan terkadang tak akan terjadi hari itu, keringatnya membasahi sekujur tubuh, mengelus muka dengan penuh ketabahan berharap sesuap nasi demi senyum kebahagiaan anak istri yang menanti, mereka senantiasa membayar pajak terhadap bangsa namun tak ubahnya daging telah menyusut, tubuh dan penderitaan telah menyiksa hingga ikhtiar kematian diserahkan terhadap pemilik kehidupan  hanyalah tujuan satu-satunya, membayar pajak untuk memenuhi gaji para pemangku kebijakan, fasilitas kemewahan, rumah jabatan, mobil mewah, apartemen, dan gaji berlebih, namun rakyat menderita. 

Lantas, apakah negara ini hanyalah milikmu? 

Kemerdekaan bangsa ini telah memasuki 71 tahun, namun tak ubahnya hanyalah bebek yang mengekor dan layaknya kerbau yang dengan entengnya ditarik kesana sini oleh arus postmodernisasi. Kepentingan pribadi diutamakan, politisasi disegala sektor dimainkan untuk meraik keuntungan, bagimu tak mengikuti perkembangan adalah kemunduran, hingga pun tertatih kau mengikutinya. 

Peristiwa masa tumbangnya orde lama, pergerakan organisasi Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda, Peristiwa 1966, revolusi 1998, proses perjuangan: angkatan 1908, angkatan 1928, angkatan 45, dan  angkatan 66, masa reformasi adalah contoh dari keinginan yang hanya bertujuan untuk mengabdi pada masyarakat, bukan untuk memanfaatkan mereka untuk menanggung segala kebutuhan bangsa. 

Pahit dan penindasan kami dapatkan, namun kebahagiaan dan hura-hura kamu nikmati. Tak ada empati dan perasaan sedih saat melihat rakyatmu kini menangis dan menderita. namun, tak sadarkah penderitaan yang kini dirasakan oleh masyarakat 18 tahun sejak reformasi itu terjadi padahal ini adalah ulahmu?

apakah negeri ini hanyalah milik para pemilik modal dan pemangku kebijakan?

dikutip dari economi.okezone.com, menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebutkan bahwa 20 persen orang Indonesia hidupnya sudah lumayan. Tapi 80 persen paling bawah belum bisa menikmati arti dari kemerdekaan.  Hal ini membuat tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia menjadi paling rendah dibandingkan negara ASEAN lain, negara paling sejahtera di peringkat pertama adalah Singapura, kedua Malaysia, ketiga Thailand, dan keempat Filipina.

Bagiku kesejateraan dan arti kemerdekan hanyalah sebuah kata yang pantas untuk sebagian kelompok saja, mengambil sebuah kebijakan dan aturan tetap menggunkan metode gaya bank atau top bottom  menurut  Paulo Freire tanpa memperhatikan keadaan masyarakatnya sebagai kaum yang tertindas.

Jika negara ini hanyalah milikmu saja, bukan milik kami masyarakat kecil. Maka biarlah kami ambil kembali hak dan amanah kami, dan  pergilah kebalik jeruji besi. Betapa engkau akan mersakan penderitaan yang kami rasakan selama bertahun-tahun akibat keserakahan perutmu, pun kamu tak becus juga.

Bagiku tak ada kesejahteraan jika dalam pengambilan kebijakan tidak memihak kepada masyarakat kecil, dan arti kemerdekaan bagi bangsa, tetap akan menjadi mitos yang tak akan pernah mampu diwujudkan. Yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin itulah dampak salah satu arus globlisasi.

Untukmu negeriku tercinta, lahir dan matiku di tanah air Indonesia. 
Rakyat kecilmu yang juga menginginkan kemerdekaannya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.