Header Ads

Ijazah Ter(re)akreditasi


www.bem-kemafarunhas.or.id - Menanggapi isu yang tengah menjadi buah bibir mahasiswa terkait ijazah yang dianggap tidak terakreditasi karena masih tahap ‘re-akreditasi’. Kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu ancaman bagi alumni mahasiswa yang akan mengadu nasib, kendati profesi pekerjaan yang diinginkan mencatumkan ijazah yang terakreditasi sebagai syarat administrasi yang harus dipenuhi. Proses re-akreditasi tersebut merupakan upaya untuk mempertahankan atau memperpanjang predikat akreditasi yang sebelumnya telah dinobatkan. Meski kasus ini belum dialami oleh alumni mahasiswa farmasi namun dapat dijadikan sebagai langkah pencegahan dini berhubung baru-baru ini fakultas farmasi telah melaksanakan proses re-akreditasi.
Dilansir dari halaman website farmasi, proses re-akreditasi telah dilakukan pada tanggal 16 desember 2016 lalu. Sementara hasil resmi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) baru dirilis pada tanggal 29 Januari 2017. Bertepatan dengan hal tersebut, sejumlah mahasiswa farmasi menyelesaikan pendidikan S1-nya pada tanggal 21 Desember 2016. Dengan kata lain predikat akreditasi yang disandang oleh prodi fakultas farmasi masih dalam masa tenggang. Lantas bagaimana nasib ijazah sejumlah mahasiswa tersebut. Tanggapan Bapak Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan saat ditemui di ruangannya (14/3/2017) lalu, “Proses re-akreditasi kemarin mengalami sedikit keterlambatan karena rencana penggabungan akreditasi prodi S1 dan apoteker yang tidak disetujui oleh pihak LAM-PTKes. Sehingga tim borang kewalahan karena harus mengurusnya satu per satu. Namun, hal ini dapat diatasi. Terkait kasus ijazah tersebut, pihak akademik akan memberikan surat keterangan akreditasi bagi mahasiswa yang membutuhkan”, tegasnya.
Pernyataan ini diharapkan dapat menjadi pencerahan bagi kekhawatiran alumni mahasiswa dalam menjamin masa depannya, sehingga tidak lagi ditemukan kejadian mahasiswa yang tidak dapat mendaftarkan diri ke salah satu profesi yang diinginkan disebabkan karena masa tenggang ijazah terakreditasi tersebut.
Artikel ini dibuat berdasarkan hasil audiensi Departemen Kajian Strategi dan Advokasi BEM KEMAFAR-UH periode 2016-2017 bersama dengan Bapak Subehan, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin.


writer : KSA and admin
photo by : ycp 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.