Langsung ke konten utama

PANTAI MERPATI

 



      Pantai merpati merupakan pantai yang terletak di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pantai Merpati menjadi kawasan berwisata untuk menikmati indahnya pantai saat pagi hingga senja dengan wisata kuliner ataupun pergelaran musik di malam hari. Pantai Merpati juga menjadi tempat tinggal bagi penduduk sekitar pantai yang umumnya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani rumput laut.

Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf selaku Bupati Bulukumba memiliki visi pembangunan proyek Water Front City sebagai upaya penataan wilayah Bulukumba di kawasan Pantai Merpati yang juga diakui sebagai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD. Pantai Merpati akan dijadikan pusat kuliner dengan gazebo dan tempat parkir memadai sebagai upaya peningkatan ekonomi dan pendapatan asli daerah (PAD). Penataan kawasan Pantai Merpati juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan menjadi upaya pemberdayaan warga. Rencana penataan wilayah Pantai Merpati dilaksanakan tahun 2022.

Program pemerintah untuk penataan Pantai Merpati kemudian menjadi sorotan. Pembongkaran rumah-rumah penduduk pesisir pantai merpati mulai terjadi dari 31 Januari 2022. Eksekusi pembongkaran dilakukan oleh Satpol PP dan juga meminta bantuan aparat kepolisian dan TNI berdasarkan arahan Pemerintah Daerah Bulukumba. Akibatnya, warga pesisir Pantai Merpati tidak diberi kepastian tempat tinggal dan terancam kehilangan mata pencaharian.

Pada 15 Januari 2022 sebelum penggusuran, sempat terjadi pemutusan listrik oleh PLN setempat. Setelah penggusuran, rumah – rumah warga Pantai Merpati hanya menjadi puing reruntuhan. Hingga kini, warga masih bertahan di sekitar pesisir Pantai Merpati. warga hanya mendirikan tenda - tenda untuk dijadikan hunian sementara.

Berdasarkan data dari IDNTIMES Sulsel, terdapat 22 Kepala Keluarga yang masih belum mendapatkan tempat tinggal layak dan bertahan di pesisir Pantai Merpati. warga pesisir Pantai Merpati memang tidak memiliki dokumen resmi atas lahan yang dijadikan tempat tinggal selama ini. warga pesisir Pantai Merpati juga sebenarnya tidak menolak penuh rencana penggusuran ini jika warga mendapatkan jaminan tempat tinggal yang layak serta pekerjaan.

Keputusan pemerintah ini jelas merugikan dan meresahkan warga pesisir Pantai Merpati yang bertentangan dengan ketentuan Pasal 76 (1) huruf b UU No. 23 Tahun 2014. Selain itu, Pasal 28 H Ayat (1) UUD RI Tahun 1945, juga menjaminkan kesejahteraan lahir batin, tempat tinggal dan lingkungan yang baik, serta pelayanan kesehatan.


            Merujuk berbagai hal di atas, BEM KEMAFAR Universitas Hasanuddin bersama Front Perjuangan Rakyat (FPR) juga turut mengambil peran untuk melakukan survei dan membuka penggalangan donasi untuk membantu warga Pantai Merpati dalam aspek kesehatan. Data hasil survei yang diperoleh ialah sebagai berikut.

-        Jumlah warga  : 97 orang

-        Total KK         : 25 KK

Dari total 97 warga diketahui jika

Balita  (usia < 5 tahun)           : 12 orang

Lansia (usia > 60 tahun)        : 4 orang

Yang tidak diketahui              : 5 orang                     

Diagram perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki

 


Keluhan gejala penyakit yang dialami warga pantai merpati

Data yang diperoleh dari survei kemudian dinilai berdasarkan faktor lingkungan terutama air dan kebiasaan hidup warga pengungsian Pantai Merpati. Hal ini sesuai dengan data dari WHO terkait 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan penduduk seperti air minum, hiegene makanan, kesehatan kerja dan lainnya. Hal tersebut juga diatur dalam UU tahun 1992 pasal 22 ayat (3) yaitu penyehatan air dan udara, pengamanan limbah, kebisingan, radiasi, dan lainnya. Masyarakat Pantai Merpati saat ini kesulitan untuk mengakses air bersih ataupun menerapkan pola hidup sehat. Hal ini dipahami sebagai salah satu faktor dari gejala yang diderita warga pesisir Pantai Merpati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Begini Cara Cepat Hafal Tabel Periodik Unsur

1. Unsur golongan 1A (Alkali) Cara Menghafal Periodik Unsur:  H. Li. Na. K. Rb. Cs. Fr. H ari  L i bur  Na nti  K ita  Rb utan  C elana  s i  Fr iska 2. Unsur Golongan 2A (Alkali Tanah) Cara Menghafal Periodik Unsur:  Be. Mg. Ca. Sr. Ba. Ra. Be li  Ma ngga  Ca mpur  S i r sak  Ba gi  Ra ta 3. Unsur Golongan 3A (Boron/Aluminium) Cara Menghafal Periodik Unsur :  B. Al. Ga. In. Tl. B utet  A da l ah  Ga dis  In donesia  T ulen 4.   Unsur Golongan 4A (Carbon) Cara Menghafal Periodik Unsur:  C. Si. Ge. Sn. Pb. C ewek  S eksi   Ge nit  S eda n g  P u b er 5. Unsur Golongan 5A (Nitrogen)  Cara Menghafal Periodik Unsur :  N. P. As. Sb. Bi. N eng  P utri  As yik Si b uk  Bi snis 6. Unsur Golongan 6A (Khalkogen) Cara Menghafal Periodik Unsur :  O. S. Se. Te. Po. O rang  S ulawesi  Se nang  Te mbak  Po lisi 7.  Unsur Golongan 7A (Halogen) Cara Menghafal Periodik Unsur :  F. Cl. Br. I. At. F lamini  Cl ub  B a r u  I ngin  At raksi 8. Unsur Golongan 8A (Gas Mulia

Sebait Kalimat dari Pengurus Bem Demisioner 2015/2016 untuk Seluruh Anggota Kemafar-UH

Assalamualaikum wr wb,  Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada seluruh anggota KEMAFAR-UH dimanapun berada saat ini, semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat,  Melalui tulisan ini dengan segala kerendahan hati dan penuh kesadaran, kami meminta maaf jika selama satu periode kepengurusan BEM KEMAFAR-UH 2015/2016 ini banyak kekurangan dan ketidakpuasan dari anggota atas kinerja kami sebagai pelayan KEMAFAR-UH, tidak mewadahi anggota, dan tidak berbuat lebih untuk memajukan organisasi yang kita cintai ini,  kami memohon maaf.  Bagi kami, tak ada yang bisa kami berikan kepada organisasi ini selain memegang teguh untuk bekerja dan berpikir dalam memajukan KEMAFAR-UH sebagai amanah yang telah dititipkan, walaupun akhirnya banyak kekecewaan. Semoga segala evaluasi anggota yang diberikan juga demikian - untuk memajukan organisasi ini bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan saja.  Pastilah bahwa dalam kehidupan selalu ada kemajuan dan kemunduran dalam segala aktifita

Hasil Pandangan Umum terhadap LPJ Pengurus BEM KEMAFAR-UH 2015/2016

Laporan Pertanggung Jawaban Kabinet Progresif  Revolusioner BEM KEMAFAR-UH www.bem-kemafarunhas.or.id - Pukul dua kurang sepuluh menit dinihari, asrama KPMB-MSC, salah satu agenda kongres KEMAFAR-UH 2016, pandangan umum terhadap laporan pertanggung jawaban (lpj) pengurus BEM KEMAFAR-UH periode 2015/2016 telah disampaikan oleh masing-masing angkatan. Hasilnya berimbang, tiga angkatan menolak dan tiga lainnya menerima. dengan rincian sebagai berikut; angkatan 2010, mengatakan bahwa pengurusan periode ini ada kemajuan, lpj yang disampaikan lengkap, namun angkatan mereka merasa kurang terfasilitasi, sehingga menyatakan menolak. angkatan 2011, menyampaikan bahwa periode kepengurusan ini ada perkembangan, terkesan lebih rapi dalam hal konsep dan pelaksanaan program kerja, namun menganggap pihak Bem kurang memfasilitasi angkatan tua, sehingga menyatakan menolak . angkatan 2012, tegas menolak LPJ BEM periode 2015/2016 dengan alasan transparansi kegiatan dan dana tidak jelas, keuang